Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
PRODUKSI dari beberapa perusahaan Indonesia tidak hanya memenuhi dalam negeri tetapi juga telah merambah ke luar negeri. PT Sky Energy Indonesia, Tbk (JSKY) juga terus meningkatkan produksi modul suryanya untuk penuhi permintaan ekspor ke pasar internasional yang kian meningkat.
Sky Energy Indonesia (SKY ENERGY) adalah produsen modul surya profesional dengan pengalaman tujuh tahun dalam pengendalian produksi dan kualitas sejak 2008.
Sky Energy juga merupakan penyedia layanan teknis untuk pembangkit listrik tenaga surya (on-grid dan off-grid) , termasuk desain teknis, instalasi dan perawatan, kepada pelanggan di seluruh dunia.
Pada jumpa pers di Jakarta, Jumat (18/10), Head of International Sales Department JSKY Carolus Boromeus menuturkan bahwa saat ini JSKY telah mengantongi permintaan ekspor untuk proyek penyediaan modul surya, dengan total kapasitas produksi mencapai 130 megawatt.
Permintaan ekspor ini, menurut Carolus, berasal dari pelanggan lama JSKY dan beberapa permintaan baru yang diperoleh JSKY dalam ajang Solar Power International Exhibition 2019 di Salt Palace Convention Center, Salt Lake, Amerika Serikat (AS), pada 23-26 September 2019..
“Permintaan 130 megawatt akan kami produksi secara bertahap, tahun ini JSKY produksi 30 megawatt dulu. Sisa 100 Megawatt akan diproduksi di tahun 2020, sebagian besar untuk diekspor ke beberapa perusahaan di Amerika,” ungkap Carolus.
Dia memaparkan bahwa dari total permintaan sebesar 130 Megawatt, 50% permintaan untuk produk J-Leaf dan J-Feather, 30% untuk modul surya kecil berkapasitas dibawah 200 watt, serta 20% untuk modul surya fleksibel.
Sebagai informasi, kapasitas produksi JSKY untuk pasar ekspor hingga akhir tahun 2019, diperkirakan mencapai 48 megawatt, atau meningkat hampir dua kali, dari tahun 2018 dengan kapasitas produksi sebesar 25 megawatt.
Jika terealisasi maka pendapatan ekspor JSKY di tahun 2019 pun diproyeksikan akan mencapai 260 miliar Rupiah, atau meningkat dua kali lipat dari tahun 2018 dengan pendapatan ekspor sebesar 130 miliar Rupiah.
Direktur Utama PT Sky Energy Indonesia, Tbk (JSKY), Jackson Tandiono, juga menyampaikan bahwa JSKY tetap berkomitmen untuk menyediakan kebutuhan modul surya bagi pasar domestik, meski permintaan pasar ekspor tinggi.
“Untuk tahun 2020, total target pendapatan JSKY dari pasar ekspor dan domestik diproyeksikan mencapai sekitar 1 triliun rupiah.” pungkas Jackson. (OL-09)
MENTERI Perdagangan (Mendag) Budi Santoso akan memanggil sejumlah eksportir untuk membahas potensi gangguan pasokan akibat penutupan jalur pelayaran strategis Selat Hormuz
Bank Indonesia (BI) mengapresiasi catatan surplus neraca perdagangan Indonesia pada Januari tahun ini.
BADAN Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia pada Januari 2026 mencapai 22,16 miliar dolar AS atau tumbuh 3,39 persen dibandingkan Januari 2025
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor mencapai US$22,16 miliar. Angka itu meningkat 3,39% secara tahunan.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026 mencatat surplus sebesar 0,95 miliar dolar AS.
Dukungan Kementerian Koperasi (Kemenkop) terhadap kemajuan Koperasi Produsen Upland Subang Farm tidak hanya sebatas kebijakan, tetapi juga pembiayaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved