Kamis 19 September 2019, 20:43 WIB

E-Commerce Berkontribusi pada Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

mediaindonesia.com | Ekonomi
E-Commerce Berkontribusi pada Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Istimewa
Dalam diskusi Ngobrol@Tempo bertajuk

 

ERA revolusi industri 4.0 telah mengubah perilaku masyarakat dalam berbelanja. Pola konsumsi konvensional--pembeli dan penjual bertransaksi tatap muka--mulai bergeser kepada cara yang lebih praktis dan cepat. Salah satunya, pemanfaatan internet melalui telepon pintar.

Perilaku ini mengakibatkan menjamurnya toko-toko online, e-commerce dan marketplace. Perputaran uang lewat platform ini cukup fantastis. Bank Indonesia menyebutkan bahwa di tahun 2019 ini, jumlah transaksi e-commerce per bulannya mencapai Rp11 triliun–Rp13 triliun.

Bahkan nilai pasar e-commerce Indonesia dinilai akan mencapai sekitar Rp910 triliun pada 2022 (proyeksi McKinsey & Co). Bisa dikatakan, angka tersebut meningkat delapan kali lipat dibandingkan 2017 yang nilainya sekitar Rp112 triliun.

Kian berkembangnya e-commerce dan potensinya yang sangat besar ini perlu dijaga dan dimanfaatkan. Tak hanya bagi Pemerintah, tapi masyarakat secara luas. Menurut iPrice, monthly active user (MAU) tertinggi e-commerce ini mencapai 137 juta pengguna setiap bulan.

Sementara itu hasil riset Tempo menyebutkan Pengguna e-commerce di Indonesia masih di dominasi oleh perempuan. Untuk daerah, Jawa masih menjadi konsentrasi kegiatan ekonomi digital. Hal ini berdasarkan survey yang dilakukan oleh tim Pusat Data dan Analisa Tempo dengan Responden yang didominasi usia mapan, berkisar dari 25 - 35 tahun.

Hasil riset yang dilakukan Tempo juga memperlihatkan dua e-coomerce yang paling diingat oleh responden atau menjadi Top Of Mind  adalah Tokopedia dan Shopee, begitu pula e-commerce yang paling sering dikunjungi memperlihatkan bahwa Tokopedia dan Shopee jauh mengungguli  e-coomerce lainnya.

Jika dipisah secara gender, Shopee kuat di kalangan perempuan, sedangkan Tokopedia kuat di kalangan laki-laki. Sementara itu, yang menarik, di kalangan laki-laki, Bukalapak dan Shopee memiliki perbedaan persentase yang tidak terlalu jauh. Mayoritas responden pernah melakukan pembelian di Tokopedia dan Shopee.

Dalam diskusi Ngobrol@Tempo bertajuk 'Kontribusi e-Commerce pada Pertumbuhan Ekonomi' di Jakarta, Kamis (19/8), diharapkan manfaat e-commerce yang sangat besar ini bisa berkontribusi pula pada pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ekonom Indef Bhima Yudhistira menegaskan,”Peran e-commerce dalam mendorong perekonomian tidak bisa dinafikan meskipun kontribusinya masih kecil. Hasil riset Indef pada tahun 2018 menunjukkan bahwa keberadaan e-commerce mendorong pertumbuhan ekonomi sebesar 0,71%.”

“Untuk meningkatkan kontribusi e-commerce diperlukan porsi yang lebih besar dari produk lokal, pemerataan akses dan kualitas Internet, serta penguatan sistem logistik nasional,” kata Bhima.

Sedangkan Sekretaris Deputi Bidang Pembiayaan, Kementerian Koperasi dan UKM Sutarjo mengatakan,”Permasalahan utama era perdagangan bebas dan era revolusi industri 4.0 akan berdampak terhadap ekosistem UMKM dan Koperasi, dan mengikutinya terjadi perubahan strategi bisnis yang mendasar. “

“Di sisi lain sebagian besar Koperasi dan UMKM (KUMKM) belum siap bersaing dengan kendala utama keterbatasan akses pemasaran, keterbatasan akses permodalan, perizinan usaha belum satu pintu, dan terbatasnya riset dan pengembangan produk KUMKM,” Sutarjo. (OL-09)

Baca Juga

Antara/Dok.Kemenhub

Lima Destinasi Bali Baru Dukung Pemulihan Pariwisata

👤Insi Nantika Jelita 🕔Jumat 27 November 2020, 08:35 WIB
Pada masing-masing destinasi di kawasan 5 Bali Baru akan disiapkan sistem dan fasilitas khusus untuk mengakomodir turis-turis mancanegara...
Ist

Kalahkan 32 Perusahaan, BNI Jadi Pengembang API Portal Terbaik

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 27 November 2020, 08:00 WIB
BNI berhasil memenangkan kategori Best Overall Developer Portal–Community Prize Nominees...
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

PT SMI Suntik Rp1,857 Triliun ke 8 Daerah

👤M Ilham Ramadhan Avisena 🕔Jumat 27 November 2020, 04:30 WIB
Pemerintah daerah di Pulau Jawa masih mendominasi pinjaman dengan porsi 64%, Sulawesi 23%, Sumatra 10%, Maluku dan Papua 2%, serta Bali dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya