Headline

DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.

Harga Lada terus Merosot di Pasar Dunia

(Pra/E-3)
18/9/2019 04:50
Harga Lada terus Merosot di Pasar Dunia
HARGA LADA TURUN(ANTARA FOTO/Akbar Tado/pd.)

Seperti komoditas lainnya, pengembangan lada terganjal masalah harga yang terus merosot di tingkat dunia. Kementerian Perdagangan mencatat, pada 2017 harga lada sempat mencapai Rp120 ribu per kilogram. Namun, tahun ini di bawah Rp50 ribu. Anjloknya harga lada itu disebabkan ketersediaan lada yang melimpah di level global. Di lain pihak, pertumbuhan konsumsi masyarakat tidak setinggi produksi.

"Persoalan yang terjadi sekarang memang suplai lada di dunia jauh lebih besar. Produksi memang terus meningkat, rata-rata 7% per tahun. Angka konsumsi sebetulnya juga naik, tapi hanya 2% per tahun," ujar Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional Kementerian Perdagangan Arlinda di Jakarta, kemarin.

Akibat harga yang tidak pasti, banyak petani meninggalkan tanaman lada hingga akhirnya pengembangan komoditas itu menjadi tidak maksimal. Pemerintahsedianya tidak tinggal diam. Kemendag berupaya membantu para pelaku usaha lada dengan membuka pasar-pasar baru.

India, Vietnam, Sri Lanka, Belanda, dan Amerika Serikat merupakan langganan penadah lada asal Tanah Air. Sekarang, negara-negara lain seperti Maroko, Tunisia, dan beberapa negara Timur Tengah mulai mendatangkan lada dari Indonesia.

Berdasarkan data Kemendag, pada 2018 volume ekspor lada tercatat sebesar 47,6 ribu ton, tumbuh 11,5% dari tahun sebelumnya yang hanya 42,6 ribu ton. (Pra/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya