Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SAMA seperti komoditas perkebunan lainnya, pengembangan lada terganjal persoalan harga yang terus merosot di tingkat dunia.
Kementerian Perdagangan mencatat, harga lada pada 2017 sempat mencapai Rp120 ribu. Namun, tahun ini, harga merosot hingga di bawah Rp50 ribu.
Pelemahan harga yang signifikan itu disebabkan ketersediaan lada yang begitu melimpah di level global. Sementara, konsumsi masyarakat juga bertumbuh tapi tidak setinggi produksi.
"Persoalan yang terjadi sekarang memang suplai lada di dunia jauh lebih besar. Produksi memang terus meningkat, rata-rata 7% per tahun. Angka konsumsi sebetulnya juga naik tapi hanya 2% per tahun," ujar Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional Kementerian Perdagangan Arlinda di Jakarta, Selasa (17/9).
Dengan tidak adanya kepastian harga, para petani pun banyak yang meninggalkan tanaman lada hingga akhirnya pengembangan komoditas tersebut menjadi tidak maksimal.
Baca juga: MUI Apresiasi Mendag Revisi Permen Daging Impor
Pemerintah sedianya tidak tinggal diam. Kementerian Perdagangan berupaya membantu para pelaku usaha lada di dalam negeri dengan membuka pasar-pasar baru sehingga volume yang dijual bisa semakin besar.
India, Vietnam, Srilanka, Belanda, dan Amerika Serikat (AS) merupakan langganan penadah lada asal Tanah Air. Sekarang, negara-negara lain seperti Maroko, Tunisia, dan beberapa negara Timur Tengah mulai mendatangkan lada dari Indonesia.
Berdasarkan data Kemendag, pada 2018, volume ekspor lada tercatat sebesar 47,6 ribu ton, tumbuh 11,5% dari tahun sebelumnya yang hanya 42,6 ribu ton.
Ternyata, pertumbuhan volume yang dibukukan masih belum sanggup mendongkrak capaian nilai ekspor.
Pada 2018, nilai ekspor lada tercatat US$152 juta, turun dari 2017 yang mencapai US$236 juta.
"Karena harga yang turun, kenaikan volume penjualan menjadi tidak berdampak pada nilai," tuturnya. (OL-2)
Jadi sumbangannya dalam bentuk makanan instan, kemudian pakaian, obat-obatan, dan kebutuhan lainnya yang sudah kami identifikasi yang dibutuhkan oleh saudara-saudara kita.
Impor pakaian bekas ini selalu terjadi di mana pun. Pelaku juga sudah punya jaringan dan bekerja secara profesional.
KEMENTERIAN Perdagangan (Kemendag) memusnahkan sebanyak 16.591 balpres pakaian bekas impor ilegal dari 19.931 temuan balpres pakaian bekas impor ilegal.
Pemerintah secara serius menargetkan penurunan signifikan pada biaya logistik nasional dalam rangka meningkatkan daya saing industri dan nilai tambah perekonomian.
TEMUAN pestisida etilen oksida pada produk mi instan merek Indomie Rasa Soto Banjar Limau Kulit yang beredar di Taiwan tengah ramai. Kementerian Perdagangan (Kemendag) buka suara
Langkah ini diambil untuk menanggapi temuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved