Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) menemukan 689 reksa dana yang dimiliki oleh investor tunggal dengan dana kelolaan sebesar Rp190,82 triliun.
Data dari Direktorat Pengelolaan Investasi per 27 Agustus menunjukkan terdapat 2.158 reksa dana dengan dana kelolaan mencapai Rp536,52 triliun. Artinya, lebih dari seperempat jumlah reksa dana itu dikuasai investor tunggal.
Baca juga: Peningkatan Nilai Remitansi Bisa Bantu Atasi Masalah CAD
Dari 689 reksa dana yang dimiliki investor tunggal itu, 621 di antaranya merupakan reksa dana investor tunggal dengan portofolio investasi lebih dari 1 efek (non tunggal). Sedangkan, 68 lainnya adalah reksa dana yang dimiliki investor tunggal dengan portofolio tunggal (1 efek).
Menurut OJK, praktik pengelolaan reksa dana seperti itu berpotensi memperluas eksposur risiko dalam pengelolaan investasi. Direktur Riset Core Indonesia, Piter Abdullah, mengatakan bahwa reksa dana adalah instrumen investasi yang idealnya dimiliki banyak pihak sehingga terjamin keberlangsungannya.
"Kalau cuma dimiliki oleh seorang atau tunggal, maka risiko terhentinya instrumen ini menjadi tinggi," ujar Piter dalam pesan singkat kepada Media Indonesia, Rabu (11/9).
Namun, menurut Piter, hal tersebut bukanlah sebuah pelanggaran. "Sah-sah saja. Tentunya penerbit reksa dana memahami sekali kondisinya," katanya.
Di sisi lain, OJK akan melakukan peninjauan terkait masalah ini. "Selama peninjauan kembali, manajer investasi dilarang menerbitkan reksa dana yang ditujukan untuk melakukan pembelian Efek dari calon atau pemegang Unit Penyertaan dan/atau pihak terafiliasi dari calon atau pemegang Unit Penyertaan," pungkasnya. (OL-6)
DI tengah dinamika pasar global dan domestik yang tidak menentu, investor dihadapkan pada tantangan untuk menjaga keseimbangan antara risiko dan peluang.
OJK bersama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) resmi mengintegrasikan sistem perizinan dan pendaftaran reksa dana untuk meningkatkan efisiensi administrasi di pasar modal.
Indonesia berada di ambang peluncuran instrumen investasi syariah baru yang diprediksi mengubah lanskap ekosistem emas nasional: Reksa Dana Bursa (RDB) Emas Syariah perdana.
STAR Asset Management (STAR AM) resmi menandatangani perjanjian kerja sama dengan Bank Sinarmas terkait penyediaan fasilitas kredit bagi produk Reksa Dana STAR Stable Income Fund.
IIM terus memperluas cakupan dan pendalaman manfaat program Corporate Social Responsibility (CSR) dengan dampak sosial berkelanjutan.
Pergeseran Perspektif Gen Z Pengaruhi Keputusan Berinvestasi
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved