Minggu 08 September 2019, 22:50 WIB

Manfaatkan Pinjaman Daring yang Legal

MI | Ekonomi
Manfaatkan Pinjaman Daring yang Legal

Ilustrasi
Pinjaman Daring

 

OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong masyarakat agar memahami manfaat penggunaan pinjaman berbasis daring (fintech lending). Masyarakat juga harus mencermati sejumlah risiko bagi peminjam dan pemberi pinjaman.

"Masyarakat harus memanfaatkan pinjaman daring secara optimal. Terlebih, dengan banyaknya pinjaman daring ilegal yang meresahkan masyarakat dan mengganggu industri," ujar Kepala Kantor OJK Kalimantan Timur, Dwi Ariyanto, dalam acara Fintech Days 2019 di Samarinda, melalui keterangan resmi.

OJK, lanjut dia, mengarahkan agar pinjaman daring dimanfaatkan untuk meningkatkan pendanaan bagi masyarakat bawah, terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Acara Fintech Days 2019 yang digelar OJK dan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) berlangsung 3-5 September 2019.

Program tersebut bertujuan memberikan edukasi masyarakat tentang manfaat dan cara penggunaan pinjaman daring. Dengan demikian, terdapat alternatif pendanaan bagi sektor UMKM.

Peserta kegiatan merupakan para pelaku industri UMKM, koperasi, industri jasa keuangan, dan pelaku industri jasa keuangan di Samarinda. Hadir pula kalangan mahasiswa, dosen, peneliti dan perwakilan pemerintah daerah, berikut masyarakat umum calon pemberi dan penerima pinjaman fintech lending.

Terdapat lima kegiatan dalam Fintech Days 2019, yakni OJK goes to campus, media visit, radio talk show, seminar nasional, dan pameran penyelenggara pinjaman daring. Pada 3-4 September, AFPI menyelenggarakan pameran di Big Mall Samarinda yang diikuti 59 perusahaan penyelenggara pinjaman daring. Kegiatan itu juga diwarnai dialog edukasi publik mengenai pinjaman daring.

Saat ini, sebanyak 127 perusahaan pinjaman daring berstatus terdaftar/berizin di OJK. Rinciannya, 119 penyelenggara bisnis konvensional dan 8 penyelenggara bisnis syariah.

Hingga Juli 2019, akumulasi jumlah pinjaman daring sebesar Rp49,79 triliun dengan jumlah outstanding sebesar Rp 8,73 triliun. Rekening pemberi pinjaman sebanyak 518.640 entitas dan penerima pinjaman 11.415.849 entitas.

Wilayah Kalimantan Timur memiliki akumulasi jumlah pinjaman, pemberi pinjaman, dan penerima pinjaman tertinggi jika dibandingkan dengan provinsi lain di Pulau Kalimantan. Akumulasi jumlah pinjaman daring di Kalimantan Timur mencapai Rp494,66 miliar, yang ditransaksikan 4.435 entitas pemberi pinjaman, dan 122.552 entitas penerima pinjaman. (Tes/S-3)

Baca Juga

Antara

SDM Industri Harus Adaptif di Tengah Disrupsi Teknologi

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 28 November 2020, 17:45 WIB
Di tengah kondisi disrupsi teknologi yang menuntut pengembangan SDM, Kementerian Perindustrian mendorong mahasiswa vokasi untuk selalu...
DOK Sinar Mas Land

The Zora BSD City Tawarkan Rumah Canggih Ala Jepang Rp10,8 Miliar

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 28 November 2020, 17:22 WIB
Keunggulan utama dari klaster Kiyomi terletak pada konsep desain rumah yang memaksimalkan dan memberikan kenyamanan kepada...
Ist/Kementan

Kementan Apresiasi Penyerapan Ayam Potong oleh Perusahaan Pembibit

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 28 November 2020, 16:27 WIB
Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) memberikan apresiasi terhadap capaian penyerapan ayam potong (livebird)...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya