Headline
Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Bank Tabungan Negara (persero) Tbk mendapat limpahan kuota fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) sebanyak 2.467 unit.
Pelaksana Tugas Direktur Utama Bank BTN Oni Febriarto Raharjo mengatakan tambahan kuota itu meningkatkan optimisme perseroan mencapai target bisnis.
Kredit perseroan akan tumbuh lebih baik, diperkuat dengan potensi pencairan KPR subsidi pada semester II yang diperkirakan mencapai 28.000 unit, juga KPR nonsubsidi sekitar 16.000 unit.
"Kami mengapresiasi langkah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang memberikan kepercayaan kepada Bank BTN menggunakan kuota FLPP untuk mempercepat pencapaian program Sejuta Rumah," kata Oni saat memaparkan rencana dan perkembangan bisnis BTN ke depan di Jakarta, kemarin.
Untuk menjemput target 2019, Bank BTN juga telah memperbaiki performa bisnis, khususnya dalam pencapaian kredit dan dana pihak ketiga.
Per Juli 2019, pembiayaan bank berkode BBTN ini tumbuh menjadi Rp 251,98 triliun, lebih tinggi 18,03% jika dibandingkan dengan Juli 2018 yang sebesar Rp213,50 triliun.
Oni mengungkapkan setidaknya ada dua faktor yang menjadi katalis positif bagi bisnis Bank BTN. Pertama, penurunan BI-7DRRR yang telah dikeluarkan Bank Indonesia hingga dua kali menjadi 5,50% dan penurunan giro wajib minimum (GWM) rupiah.
Faktor kedua, lanjut Oni, ialah berlanjutnya kepemimpinan Presiden Joko Widodo untuk lima tahun ke depan yang dapat mengonfirmasi program Nawacita akan dipertahankan. Salah satunya program Sejuta Rumah yang menjadi amanah Bank BTN untuk berkontribusi secara aktif.
"Bank BTN akan tetap menjadi integrator program Sejuta Rumah, baik sisi supply maupun demand dengan berperan aktif dalam mendidik pengembang baru dan menyalurkan kredit pendukung sektor properti dari hulu hingga hilir," tegas Oni. (E-1)
Melalui ajang kompetisi tahunan BTN Housingpreneur 2025, peserta berpeluang masuk ke jaringan bisnis nyata
Generasi milenial menjadi kelompok paling banyak menerima manfaat program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi yang disalurkan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN).
Khusus untuk BTN, Purbaya memprediksi penyaluran kredit hanya tembus Rp10 triliun dari Rp25 triliun yang dialokasikan hingga akhir tahun.
BTN menegaskan posisinya sebagai penyalur terbesar Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun 2025.
Bank BTN Cabang Nusa Tenggara Timur (NTT) menargetkan pembangunan rumah bersubsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebanyak 800 unit selama 2025.
Sepuluh developer ini mencatat kontribusi signifikan dengan total realisasi kredit mencapai Rp1,7 triliun, setara 50% dari total KPR Non Subsidi yang disalurkan BTN
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved