Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Astra Agro Siaga Cegah Karhutla

Andhika Prasetyo
19/8/2019 10:30
Astra Agro Siaga Cegah Karhutla
Ilustrasi--Seorang bocah beursaha memadamkan kebakaran lahan dengan alat seadanya di Desa Kayu Arehh, Kertapati Palembang(ANTARA/Mushaful Imam)

PT Astra Agro Lestari (Astra Agro) bersiaga mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring musim kemarau serta perubahan cuaca ekstrem di Indonesia.

Bersinergi dengan Pemerintah Daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kepolisian Republik Indonesia, TNI, Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK Manggala Agni serta Dinas Pemadam Kebakaran, Astra Agro menyiapkan 1.036 personel di beberapa titik rawan kebakaran.

"Kami aktif melakukan pencegahan dengan mengidentifikasi lokasi-lokasi yang rawan terhadap kebakaran di sekitar konsesi perusahaan. Kami lakukan patroli darat dan udara. Kami terapkan sistem peringatan dini melalui pantauan hotspot yang diakses melalui situs Sipongi dan LAPAN untuk kemudian disebarluaskan agar masyarakat waspada dan siaga,” ujar Fire Protection Manager PT Astra Agro Ahmad Wahyudi melalui keterangan resmi, Senin (19/8).

Ia mengatakan pihaknya telah banyak berinvestasi untuk peralatan pemadaman, pelatihan pencegahan kebakaran, dan mengedukasi masyarakat untuk mengelola hutan tanpa membakar.

"Kami melatih masyarakat di sekitar kawasan konsensi untuk mengetahui cara-cara pencegahan kebakaran sekaligus mengampanyekan kebijakan Pembukaan Dan Pengolahan Lahan Perkebunan Tanpa Membakar (no burn policy) sesuai Peraturan Menteri Pertanian Nomor 5 Tahun 2018," jelasnya.

Baca juga: Setiap Hari Terjadi Karhutla di Babel

Hingga kini, perusahaan telah melatih dan membina 70 kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA). Selain itu, lebih dari 17.000 karyawan internal perusahaan disiagakan dan diberikan pelatihan pencegahan dan penanggulangan kebakaran lahan.

Sementara itu, Sekretaris Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (GAPKI) Cabang Riau Maryanto mengatakan asosiasi rutin melakukan pertemuan dengan seluruh pihak terkait untuk berbagi pengetahuan tentang pencegahan dan penanggulangan kebakaran.

“Kami juga mewajibkan anggota GAPKI untuk rutin melakukan penyuluhan guna meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebakaran hutan. Itu bisa dengan melakukan praktik langsung di lapangan untuk menangani bila terjadi kebakaran,” kata Maryanto. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya