Minggu 18 Agustus 2019, 14:30 WIB

Setiap Hari Terjadi Karhutla di Babel

Rendy Ferdiansyah | Nusantara
Setiap Hari Terjadi Karhutla di Babel

MI/Rendy Ferdiansyah
Setiap hari tim gabungan berjibaku padamkan karhutla di Babel.

 

KEBAKARAN hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Bangka Belitung (Babel) terjadi setiap hari. Hal ini membuat tim gabungan terus berupaya melakukan pemadaman api di sejumlah wilayah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Babel. Mikron Antariksa mengatakan di perayaan hari Kemerdekaan RI ke-74, setidaknya ada dua karhutla yang terjadi.

Pertama di Jalan masuk ke Bandara Depati Amir Pangkalpinang luas lahan terbakar kurang lebih 1 hektare kemudian di lahan dekat perumahan Hanai Desa Padang Baru, Bangka Tengah luas terbakar hampir 2 hektare.

"Kemarin, 17 Agustus, dua lahan hangus dilalap api. Tapi, beruntung api berhasil dipadamkan tim gabungan terdiri dari TRC BPBD, Polisi, TNI, Damkar, Angkasa Pura, dan Satpol PP," kata Mikron. Minggu (18/8).

Kemudian, pada Minggu (18/8), menurut Mikron, sudah ada tiga laporan Kahutla. Pertama sekitar pukul 10.15 WIB di belakang Jagorawi motor jalan Tayeb Utama Bangka Tengah luas terdampak 1 hektare.

Baca juga: Belasan Embung di Flotim Mengering Terdampak Kekeringan

"Untuk di Tayem ini karena lokasi sulit dijangkau mobil damkar, pemadaman terpaksa secara manual, api berhasil dipadamkan," terangnya.

Sedangkan untuk di Jalan Eng Thai, tepatnya di lahan kosong dekat belakang BCA luas lahan yang terbakar 2 hektare, di gang Fajat Dalam Kelurahan Temberan, Kecamatan Bukit Intan, Pangkalpinang luas lahan terbakar hampir 5 hektare.

"Untuk di Kelurahan Temberan, Kecamatan Bukit Intan ini kejadian dini hari sekitar pukul 01.30 WIB, tapi api berhasil dipadamkan," ujarnya.

Saat ini, menurut Mikron, intensitas karhutla di Babel setiap hari terus terjadi, hal ini semakin meningkatkan kesiapsiagaan personil.

"Cuaca luar biasa panasnya, angin kencang ini potensi karhutlanya tinggi sekali, dalam sehari ada karhutla 2 sampai 7 titik kejadian,"ungkap dia. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More