Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Indonesia menggelar seminar internasional bertajuk 'Structural Transformation through Manufacturing Sector Development for High and Sustainable Economic Growth.'
Deputi Gubernur BI Doddy Budi Waluyo mengungkapkan seminar tersebut diadakan mengingat pentingnya peran industri manufaktur dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Seminar ini bertujuan membahas peta jalan strategi pengembangan manufaktur Indonesia dan mencapai pemahaman bersama tentang kebijakan dan strategi industri yang paling tepat serta didukung pembelajaran dari negara lain," kata Doddy di Gedung Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (12/8).
Doddy menuturkan, saat ini, perekonomian Indonesia telah tumbuh cepat. Hal itu ditandai dengan pertumbuhan ekonomi yang berada di kisaran 5,6% dalam 10 tahun terakhir.
Dirinya menilai angka pertumbuhan ekonomi Indonesia sebagai negara berkembang masih cukup baik di tengah kondisi ketidakpastian global.
Baca juga: Atasi Defisit Neraca Dagang, Pemerintah Dorong Hortikultura
Untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi lebih jauh lagi, Doddy mengungkapkan industri manufaktur bisa menjadi salah satu yang didorong.
"Untuk mendorong perkembangan industri manufaktur, BI senantiasa menciptakan bauran kebijakan moneter dan makroprudensial yang akomodatif, salah satunya yakni dengan penurunan suku bunga acuan BI," tutur Doddy.
Adapun, seminar tersebut dihadiri oleh Pendiri Institute for Manufacturing Cambridge University Sir Miker Gregory, perwakilan dari Kemenko Bidang Perekonomian Raden Edi Priyo Pambudi, perwakilan dari Kementerian Perindustrian Doddy Rahadi, perwakilan Kementerian Keuangan Rofyanto Kurniawan, Country Director Indonesia Resident Asian Development Bank (ADB) Winfried F Wicklein dan Lead Country Economist, serta World Bank Indonesia. (OL-2)
TRANSFORMASI sektor manufaktur, khususnya manufaktur padat karya, menjadi kunci utama untuk mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026.
Terdapat 1.236 perusahaan industri yang menyelesaikan tahap pembangunan pada 2025 dan siap mulai berproduksi untuk pertama kali pada 2026.
Mengawali 2026, kinerja sektor manufaktur Indonesia menguat. Hal ini tercermin dari Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur yang tetap ekspansif dan meningkat ke 52,6 pada Januari 2026.
Tiongkok membidik target ekonomi 4,5-5% pada 2026. Fokus beralih ke kualitas pertumbuhan dan stabilitas domestik guna menghindari stagnasi jangka panjang ala Jepang.
Fokus kebijakan, sebaiknya diarahkan pada segmen industri perakitan, pengujian, dan pengemasan (assembly, testing, and packaging) serta manufaktur komponen pendukung.
PEMERINTAH menyampaikan optimisme bahwa perekonomian Indonesia pada 2026 akan tumbuh solid seiring penguatan fundamental domestik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved