Senin 12 Agustus 2019, 11:40 WIB

Atasi Defisit Neraca Dagang, Pemerintah Dorong Hortikultura

Nur Aivanni | Ekonomi
Atasi Defisit Neraca Dagang, Pemerintah Dorong Hortikultura

Antara/Anis Efizudin
: Pekerja memanen kentang varietas Granola L di komplek Kebun Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (KBTPH) Kledung, Temanggung, Jawa Tengah

 

Pemerintah melihat bahwa sektor nonmigas bisa memberikan kontribusi yang positif untuk mengurangi defisit neraca perdagangan Indonesia. Hal itu berkaca dari neraca dagang pada akhir tahun lalu yang mengalami defisit US$8,70 miliar, tapi sektor nonmigas masih bisa memberikan surplus sebesar US$4 miliar.

Surplus tersebut, kata Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono, menunjukkan bahwa potensi ekspor nonmigas masih sangat besar. Jika itu dioptimalkan, itu bisa mengurangi defisit neraca perdagangan Indonesia yang pada Semester I 2019 masih defisit sebesar US$1,93 miliar.

"Pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk mendorong ekspor dan mengendalikan impor untuk mengatasi permasalahan defisit neraca perdagangan tersebut," kata Susiwijono melalui keterangan resminya dalam focus group discussion mengenai pengembangan hortikultura untuk peningkatan ekspor dan ekonomi daerah, di Madiun, Jawa Timur, Senin (12/8).

Untuk mendorong ekspor, terangnya, pemerintah memberikan berbagai insentif fiskal pada industri yang berorientasi ekspor. Juga, lanjut dia, pemerintah mendorong pengembangan produk-produk yang mempunyai daya saing dan potensi ekspor yang tinggi.

"Bukan hanya produk-produk hasil industri, namun juga produk dari sektor pertanian, terutama produk hortikultura yang bernilai tinggi," ucap Susiwijono.

Hortikultura, jelas Susiwijono, memiliki nilai ekonomi tinggi dan potensi pasar yang masih terbuka lebar baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

"Buah-buahan merupakan komoditas yang memberikan kontribusi Pendapatan Domestik Bruto (PDB) hortikultura tertinggi dengan rata-rata sebesar 54,7% dari PDB hortikultura," ujarnya.

Meski demikian, sambung dia, masih terdapat beberapa tantangan dalam pengembangan hortikultura. Tantangan yang dimaksud, yaitu sumber daya manusia (SDM) dan kelembagaan petani masih lemah, keterbatasan modal, pendampingan dan inovasi teknologi masih lemah, daya saing yang rendah, serta kurangnya akses pasar.

"Solusinya perlu ada kerja sama kemitraan yang dapat membantu petani dalam merancang pola produksi hingga pemasaran di dalam negeri maupun ekspor, supaya petani kita menjadi lebih mandiri, tangguh dan bisa bersaing di pasar global," tuturnya. (OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More