Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBAGAI upaya perlindungan para pekerja migran dan seluruh keluarga mereka, Kementerian Ketenagakerjaan telah membangun 402 Desa Migran Produktif (Desmigratif) sejak 2016.
Pembentukan Desmigratif merupakan salah satu bentuk kepedulian serta kehadiran negara dalam meningkatkan pelayanan dan perlindungan kepada calon tenaga kerja Indonesia (TKI) dan TKI serta anggota keluarga mereka.
Baca juga: Sukuk kembali Lirik Milenial
Program Desmigratif mencakup begitu banyak kegiatan positif, mulai dari pendampingan calon TKI yang baru mau berangkat hingga pengelolaan keuangan bagi mereka yang telah bekerja di luar negeri.
"Sejak belum berangkat, kami sudah dampingi. Kami beri pemahaman terkait aturan-aturan agar mereka tidak tertipu calo sehingga mereka tidak terlantar," ujar Sekretaris Jenderal Kemnaker, Khairul Anwar melalui keterangan resmi, Jumat (9/8).
Pendampingan merupakan unsur dasar yang sangat penting. Dengan bantuan tersebut, para calon TKI bisa mendapat informasi pasar luar negeri yang valid. Mereka juga diberikan pemahaman menyeluruh terkait tata cara migrasi, pelatihan hingga mengakses informasi kepada perwakilan RI di negara tujuan.
"Ini juga bagian dari upaya kami mencegah percaloan dan migrasi nonprosedural" tuturnya.
Adapun, terkait pengelolaan keuangan, tim Desmigratif membantu para keluarga membangun usaha yang tersinergi dalam sebuah kelompok di wilayah masing-masing.
Dengan begitu, jika bisnis yang dijalankan sudah berjalan baik, TKI bisa pulang ke Tanah Air untuk mengembangkan usaha dan kembali bersama keluarga. (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved