Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PERKEMBANGAN pusat perbelanjaan di Indonesia saat ini berjalan pesat sejalan dengan perkembangan perekonomian di Indonesia. Keberadaannya tidak bisa dianggap sebelah mata karena mampu menjadi salah satu gerbong untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi sebuah negara.
Ketua Umum DPP Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Handaka Santosa mengutarakan hal itu sesaat sebelum melakukan Rapat Kerja Nasional ke-2 DPP APPBI periode 2012-2015 di Jakarta, Senin (18/1).
Saat ini, tercatat ada lebih dari 280 mal/pusat belanja/trade center di seluruh Indonesia. Menurut Handaka, penyerapan tenaga kerja di dalam satu pusat perbelanjaan dapat mencapai ribuam jumlahnya.
"Ke depan, kebutuhan akan sumber daya manusia di bidang pusat perbelanjaan masih sangat banyak dibutuhkan dan perlu dikembangkan," ucap Handaka.
Sebagai salah satu gerbong penarik pertumbuhan ekonomi, pusat belanja menarik penyerapan tenaga kerja, banyak suplier, dan pelaku usaha sebagai pemasok ataupun pabrikan.
Dengan lengkapnya ketersediaan seluruh barang baik lokal maupun impor yang dibutuhkan dan diminati sehingga menjadi daya tarik konsumen lokal untuk tidak berebelanja di luar negeri.
"Bahkan akan menarik turis asing untuk berbelanja di luar negeri serta menarik turis asing untuk berbelanja di Indonesia," imbuh Handaka.
Hal itulah yang menjadi benang merah Rakernas tahun ini. DPP APPBI juga mengadakan seminar bertajuk Indonesia Shopping Centers : Envisioning the Future pada Selasa (19/1).
"Dalam acara ini kami akan berbagi pengetahuan, memperluas jaringan bersama dengan para ahli, pengusaha, tamu pembicara juga sesama pengelola pusat belanja di seluruh Indonesia. Kami juga berbagi pengetahuan dengan organisasi atau asosiasi terkait untuk melihat masalah nyata di pasar yang semakin kompetitif," pungkasnya. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved