Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Indonesia memastikan sudah melakukan tiga intervensi (triple intervention) di pasar spot, pasar obligasi, dan domestik non-deliverable forward (DNDF/pasar berjangka valas) kemarin.
Langkah itu dilakukan untuk menstabilkan nilai tukar rupiah yang tertekan setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump, terkait penaikan kembali tarif perdagangan dengan Tiongkok. Kamis (1/8), Trump mencuit di akun Twitter bahwa pihaknya akan memberlakukan tarif baru pada impor barang-barang Tiongkok.
Kebijakan itu disebut Trump sebagai upaya melindungi ekonomi AS dari risiko kebijakan perdagangan global. Dia mengatakan akan mengenakan tarif 10% pada US$300 miliar impor Tiongkok mulai 1 September 2019. Padahal, sebelumnya, AS sudah mengenakan tarif 25% pada US$250 miliar impor Tiongkok yang bertujuan untuk menekan ekonomi terbesar kedua dunia itu.
Pernyataan Trump pun membuat tensi konflik berpengaruh pada perekonomian global. Di Indonesia, misalnya, nilai rupiah kemarin langsung melemah. Pada penutupan kemarin sore, nilai tukar rupiah melemah 64 poin menjadi 14.180 per dolar AS.
Untuk mengantisipasi dampak negatif dari sikap Trump, BI langsung bergerak. "Kami sudah intervensi di spot, pasar obligasi, dan DNDF," kata Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI, Nanang Hendarsah, di Jakarta. Dia menyebutkan pelemahan rupiah ini hanya sementara karena sentimen pelaku pasar menyikapi pernyataan Presiden Trump.
Ekonom Universitas Indonesia, Ari Kuncoro, menilai rencana Trump menerapkan tarif baru untuk barang-barang dari 'Negeri Tirai Bambu' merupakan strategi Amerika untuk menggertak Tiongkok agar segera mencapai kesepakatan bersama. "Itu strategi yang namanya gertak, mudah-mudahan Tiongkok mau cepat setuju," ucapnya.
Menurut Ari, baik Tiongkok maupun AS, sama-sama telah terkena dampak negatif dari perang dagang antarkeduanya selama ini. Pertumbuhan sektor manufaktur Tiongkok, umpamanya, telah mengalami penurunan. Kondisi ini dapat menimbulkan dampak negatif bagi Indonesia, yakni pada sisi ekspor.
Namun, kondisi itu juga dapat memberikan dampak positif apabila Indonesia bertindak kreatif. Menurut dia, kesempatan kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok, khususnya di bidang manufaktur, bisa terbuka lebar akibat perang dagang. (Aiw/Ant/X-8)
KETUA Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Mukhamad Misbakhun meminta agar Bank Indonesia (BI) untuk menjaga nilai tukar rupiah pada angka-angka yang moderat.
RAPAT Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate tetap berada pada level 4,75 persen mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah
Selain faktor suku bunga, Deni menilai bahwa kondisi neraca pembayaran pemerintah juga turut memberikan tekanan.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkap pelemahan rupiah dipicu tekanan global dan domestik, dengan modal asing keluar Rp25,1 triliun pada Januari 2026.
Komisi XI DPR RI segera menyelenggarakan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) untuk calon deputi gubernur Bank Indonesia (BI).
Sejumlah ekonom memproyeksikan Bank Indonesia akan mempertahankan BI Rate di level 4,75% pada pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Januari 2026, Rabu (21/1) siang ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved