Rabu 31 Juli 2019, 07:55 WIB

Soal Empat Unicorn Indonesia, Lembong Meralat dan Minta Maaf

Husen Miftahudin | Ekonomi
Soal Empat Unicorn Indonesia, Lembong Meralat dan Minta Maaf

ANTARA/Muhammad Adimaja
Kepala BKPM Thomas Lembong

 

KEPALA Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong meralat sekaligus meminta maaf atas pernyataannya terkait empat perusahaan rintisan (startup) berstatus unicorn asal Indonesia yang dikira milik Singapura. Induk perusahaan Gojek, Tokopedia, Bukalapak, dan Traveloka dipastikan bukan di 'Negeri Singa', melainkan di Indonesia.

"Maaf & ralat: Tokopedia dan Bukalapak sudah klarifikasi ke saya, Gojek sudah klarifikasi ke publik: mereka tidak pakai induk perusahaan di Singapura," kata Tom Lembong melalui akun Twitter @tomlembong, Selasa (30/7) malam.

Mantan Menteri Perdagangan itu menegaskan keempat unicorn tersebut sepenuhnya PT Penanaman Modal Asing (PMA) di Indonesia.

"Saya bicara terlalu jauh, mengomentari bahan Google-Temasek ini," sesalnya seraya menyertakan foto riset GoogleTemasek.

Dalam riset berjudul 'e-conomy SEA: Unlocking the $200 billion digital oppotunity in Southeast Asia', Indonesia tidak memilki unicorn dengan valuasi lebih dari US$1 miliar. Indonesia hanya memiliki startup dengan valuasi di bawah US$1 miliar.

Baca juga: Tokopedia Bantah Berkantor Pusat di Singapura

Indonesia punya tujuh perusahaan rintisan kategori centaurs dengan valuasi di atas US$100 juta hingga di bawah US$1 miliar. Kemudian memiliki 16 startup kategori little ponies dengan valuasi di atas US$10 juta hingga di bawah US$100 juta, serta punya 2.010 perusahaan rintisan kategori small start up dengan valuasi di bawah US$10 juta.

Di riset itu, hanya Singapura yang memiliki perusahaan rintisan dengan kategori unicorn. Jumlahnya ada empat start up.

Riset Google-Temasek ini juga mengulas jumlah start up yang dimiliki negara-negara Asia Tenggara lainnya berdasarkan kategori valuasi. Di antaranya Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam.

Sebelumnya, Tom Lembong menyebutkan empat unicorn Indonesia memiliki induk bisnis di Singapura. Hal itu membuat pemodal yang ingin menanamkan investasinya harus melalui negara Singa tersebut.

"Sebagai contoh Gojek baru dapat suntikan investasi, tapi datanya tidak kelihatan sebagai Foreign Direct Investment (FDI). Jadi itu masuknya memang ke Singapura, dibayar ke Indonesia melalui vendor atau supplier dalam bentuk sewa kantor, listrik, leasing, dan sebagainya," jelas dia dalam jumpa pers di kantor BKPM. (Medcom/OL-2)

Baca Juga

Antara/Sigid Kurniawan.

Rachmat Gobel Apresiasi Pembatalan PPKM Level 3 saat Nataru

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 08 Desember 2021, 15:31 WIB
Pengumuman oleh Menko Marinves itu berarti membatalkan pengumuman yang dilakukan Menko PMK Muhajir Effendy pada Rabu 17 November...
ANTARA/OLHA MULALINDA

Pertamina dan AKR Corporindo Belum Setor Pajak Bahan Bakar Rp2 T

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 08 Desember 2021, 15:00 WIB
"PT Pertamina dan PT AKR Corporindo belum menyetorkan PBBKB yang terkandung dalam kompensasi BBM yang diterima dari pemerintah,...
ANTARA/ISMAR PATRIZKI

Mendag: Pengusaha Waralaba mesti Adaptasi Kondisi Normal Baru

👤Fetry Wuryasti 🕔Rabu 08 Desember 2021, 14:42 WIB
Indonesia tidak lagi menjadi pasar bagi waralaba asing. Pasalnya, waralaba lokal sudah menjadi tuan rumah dan menguasai pasar dalam negeri,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya