Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

PT Pos Kembangkan Bisnis Akrab Teknologi

Atalya Puspa
31/7/2019 05:05
PT Pos Kembangkan Bisnis Akrab Teknologi
Direktur Utama PT Pos Indonesia (Posindo) Gilarsi Wahyu Setijono(MI/Adam Dwi)

DIREKTUR Utama PT Pos Indonesia (Posindo) Gilarsi Wahyu Setijono berbagi kisah seputar upaya PT Pos Indonesia untuk terus bertahan di era disrupsi. Dirinya mengakui, kejayaan Posindo belakangan memang tergerus oleh perkembangan teknologi.

"Upaya kita untuk tetap survive dan berkelit dari kematian memang tidak mudah," kata Gilarsi saat ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa (30/7).

Dirinya menuturkan, eksistensi Posindo saat ini diimpit regulasi serta menjamurnya financial technology (fintech).

Dari segi regulasi, sejak 2014 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan POJK nomor 19 tentang Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif. Peraturan tersebut membuat pelayanan Posindo pada sektor keuangan terancam.

Ditambah lagi, pemerintah terus mendorong keuangan inklusif, di mana penyaluran bantuan tunai yang selama ini dipanggul oleh Posindo banyak beralih ke sektor bank dan nonbank.

Gilarsi menuturkan, Posindo sebagai badan usaha yang berfokus pada jasa logistik serta jasa keuangan harus mencari celah di tengah munculnya perusahaan lain yang menawarkan jasa serupa dengan kemasan yang lebih kekinian.

Baca juga: Kementerian BUMN Pertimbangkan Modal Tambahan untuk PT Pos

"Jadi saat ini upaya kita bertahan itu di logistic courier. Dan atau kalaupun financial services mau diperbaiki, kita tidak akan lakuian di induk tapi di anak usaha kita," tuturnya.

Dirinya menyatakan, saat ini pihaknya tengah berfokus pada pengembangan anak usaha Posindo seperti PT Pos Logistik Indonesia dan PT Pos Properti.

Ke depan, pihaknya akan berupaya mengembangkan model bisnis yang baru pada anak usaha Posindo untuk tetap eksis di Indonesia.

"Model bisnis, teknologi, regulasi, ini kan sangan complicated. Sekarang bagaimana kita menghasilkan anak usaha untuk membangun dan membuktikan bahwa pos masih eksis."

Dirinya menyatakan, karakteristik masyarakat yang saat ini bergeser menjadi pengguna digital jelas menuntut Posindo untuk terus mengembangkan bisnisnya akrab dengan teknologi sehingga dapat memperluas jangkauan bisnis Posindo.

"Kalau dulu orang harus datang ke kantor pos untuk kirim barang, kirim uang, sekarang memang itu yang harus kita ubah." (X-15)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Henri Siagian
Berita Lainnya