Headline
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
PERTUMBUHAN sektor properti diyakini akan melaju kencang pada semester II tahun ini. Gelaran pemilu yang berjalan lancar, penurunan suku bunga, dan terus bergeraknya proyek infrastruktur akan mendorong pertumbuhan sektor ini.
Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk, Maryono, menilai suhu politik yang relatif stabil seusai pemilu, penurunan suku bunga oleh BI, dan terus bergeraknya proyek infrastruktur akan mendorong pertumbuhan sektor ini.
"Kami meyakini kondisi itu akan membuat masyarakat lebih optimistis dalam mencari hunian," jelas Maryono di sela pembukaan Indonesia Properti Expo (IPEX) di Jakarta, akhir pekan lalu.
BTN mengincar nilai kredit pemilikan rumah (KPR) sebesar Rp5 triliun dari ajang pameran properti tahunan ini. Nilai izin prinsip KPR tersebut terdiri atas Rp4,5 triliun dari segmen KPR nonsubsidi dan sisanya KPR subsidi.
Pada gelaran IPEX BTN ke-18 itu, BTN juga menawarkan banyak kemudahan bagi calon debitur, di antaranya suku bunga KPR yang ditawarkan mulai 6,99% fixed rate (tetap) 1 tahun dan bebas biaya provisi, biaya bebas administrasi, dan diskon biaya asuransi jiwa sebesar 20%.
Pada IPEX ini, BTN juga merangkul pengembang untuk meraih program promo yang menarik, di antaranya untuk pengembang rumah KPR nonsubsidi yang memberikan subsidi bunga kurang lebih 2,00% selama 1 tahun atau lebih akan menikmati keringanan uang muka sebesar 0%.
"Uang muka mulai 0% kami khususkan bagi pegawai negeri atau aparatur sipil negara, TNI, dan Polri yang memiliki payroll di Bank BTN," kata Maryono.
Bank BTN juga menawarkan tenor KPR maksimal hingga 30 tahun. Sementara itu, tenor kredit pemilikan apartemen (KPA) ditawarkan sampai dengan maksimal 20 tahun.
Salah seorang pengunjung IPEX, Roy, mengatakan pameran ini sangat membantu dirinya mencari perumahan yang cocok bagi anaknya yang ingin hidup mandiri. "Untuk kisaran harga perumahan subsidi saya targetkan sekitar Rp200 juta hingga Rp300 juta untuk tipe 30/60," ujarnya. Tak kalah penting, lanjutnya, ada akses transportasi umum.
Apartemen Mahata Perumnas
Momtentum di semester dua ini juga dimanfaatkan Perumnas, satu-satunya BUMN yang berkecimpung di sektor properti. Direktur Pemasaran Perumnas, Anna Kunti, mengatakan pihaknya meluncurkan tower tiga dari Apartemen Mahata Tanjung Barat menyusul suksesnya peluncuran tower satu dan yang merupakan hunian bersubsidi dan komersial.
Proyek Mahata Tower berdiri di atas 1 hektare lahan yang berada di Stasiun Tanjung Barat dan menelan biaya Rp720 miliar.
Anna Kunti menyatakan pembangunan fisik Mahata Tanjung Barat sudah mencapai level 7 dari level basement dan target konstruksi dapat diselesaikan di semester kedua 2020. Setelah itu, target serah terima konsumen akan bertahap dilaksanakan mulai pertengahan 2021.
"Mahata Tower juga terintegrasi dengan transportasi massal sehingga diharapkan bisa membantu memberikan kemudahan bagi konsumen untuk memiliki hunian terjangkau di daerah strategis perkotaan," ujar Anna.
Direktur Produksi Perumnas, Wahyu Abbas Sudrajat, menyatakan pihaknya telah membangun 11 ribu hunian untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) hingga Juni 2019. Pihaknya menargetkan pembangunan 25 ribu unit hunian bagi MBR hingga akhir tahun. (Aiw/*/E-1)
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved