Sabtu 27 Juli 2019, 02:00 WIB

Laba Melesat, BTN Terbitkan Global Bond

Atikah Ishmah Winahyu                          | Ekonomi
Laba Melesat, BTN Terbitkan Global Bond

MI/PANCA SYURKANI
Suasana kegiatan perbankan dibank BTN

 

DIDORONG perolehan laba yang melesat pada semester I 2019, PT Bank Tabungan Negara (persero) Tbk akan segera menerbitkan junior global bond sebesar US$300 juta pada semester II 2019.

“Kinerja kami pada semester pertama ini on track. Nanti pada semester dua, kami akan menerbitkan junior global bond sebagai amunisi untuk memacu bisnis di tahun depan,” tutur Direktur Utama Bank BTN Maryono di Jakarta, kemarin.

Maryono berharap, dengan penerbitan global bond beserta berbagai tambahan wholesale funding lainnya, rasio kecukupan modal (CAR) Bank BTN diproyeksikan berada di level 19,1% pada Desember 2019. Bank BTN pun bersiap memacu kredit pada tahun depan.

Pada semester I tahun ini BTN berhasil mencatatkan laba ­bersih Rp1,3 triliun atau 50% dari target Rp2,6 triliun pada akhir 2019. Mar­yono mengatakan pencapaian tersebut sudah sesuai dengan yang ditargetkan perseroan.
Dia pun meyakini pada akhir tahun nanti perseroan akan mencapai target laba bersih yang telah dibidik.

Adapun per Juni 2019 Bank BTN mencatatkan kenaikan kredit di level 18,78% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp251,04 triliun dari Rp211,35 trili-un pada periode yang sama tahun lalu. 

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan bahwa kredit industri perbankan hanya naik di level 9,92% yoy per Juni 2019.

“Pertumbuhan penyaluran ­kredit Bank BTN masih ditopang segmen kredit perumahan. Lini bisnis tersebut mencatatkan kenaikan di posisi 19,72% yoy menjadi Rp173,61 triliun,” ujarnya.

Segmen kredit perumahan ditopang melesatnya penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi menjadi Rp90,75 triliun pada Juni 2019 atau naik 27,55% yoy. 

KPR non­subsidi Bank BTN pun tercatat naik sebesar 13,08% yoy menjadi Rp74,39 triliun per Juni 2019.

Rekam jejak kinerja KPR tersebut sukses membuat Bank BTN tetap menjadi pemimpin pasar dengan pangsa KPR sebesar 39,56% per Maret 2019. Begitu juga di lini KPR subsidi, perseroan ­mendominasi kue pasar sebesar 92,43% per Maret 2019.

Pada lini bisnis komersial, Bank BTN mencatatkan peningkatan kredit sebesar 17,7% yoy dari Rp38,03 triliun menjadi Rp44,77 triliun per Juni 2019. 

Peningkatan itu disumbang kenaikan kredit investasi yang melesat sebesar 88,99% yoy menjadi Rp7,28 triliun pada semester I 2019.

Untuk dana pihak ketiga (DPK), per Juni 2019 Bank BTN sukses menghimpun Rp234,89 triliun atau naik 15,89% yoy. 

“OJK merekam kenaikan tersebut melesat jauh di atas kinerja penghimpunan DPK perbankan nasional yang hanya tumbuh di level 7,42% yoy per Juni 2019,” tan­dasnya.

Investasi positif 
Secara terpisah, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan aliran modal asing yang masuk ke Indonesia atau capital inflow masih menunjukkan perkembangan positif. Tercatat hingga Kamis (25/7) total modal asing yang masuk mencapai Rp192,5 triliun.

“Ini mengonfirmasi bahwa aliran modal asing masuk ke dalam por­tofolio investasi Indonesia masih terus positif, menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia, terhadap respons yang ditempuh oleh otoritas, baik pemerintah, BI, OJK, juga terkait imbal hasil yang menarik di Indonesia,” kata Perry di Jakarta, Jumat (26/7).


Perry membeberkan, dari jumlah tersebut, sebesar Rp119,3 triliun masuk ke surat berharga negara (SBN) dan Rp72,2 triliun masuk instrumen saham. (E-3)

Baca Juga

Ist

Sampoerna Mobile Banking Ajak Generasi Muda Bijak Kelola Keuangan

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 27 Januari 2022, 18:08 WIB
Di Indonesia sendiri, generasi milenial dan gen Z dikatakan memiliki kemampuan manajemen keuangan yang payah akibat gaya hidup yang...
MI/Ramdani

Festival PeSoNa Kopi Agroforestry 2022 Dapat Animo Besar

👤Ihfa Firdausya 🕔Kamis 27 Januari 2022, 18:07 WIB
FESTIVAL PeSoNa Kopi Agroforestry 2022 yang dilaksanakan mulai 25-27 Januari di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta Pusat, resmi...
MI/ANDRI WIDIANTO

Kemendag Berlakukan DMO dan DPO untuk Minyak Goreng

👤Fetry Wuryasti 🕔Kamis 27 Januari 2022, 17:36 WIB
Nantinya eksportir yang akan mengekspor wajib memasok minyak goreng ke dalam negeri sebesar 20%, dari volume ekspor masing-masing...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya