Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PEREKONOMIAN Indonesia masih mampu tumbuh secara konsisten di tengah konflik perang dagang dan gejolak politik dunia. Tercatat, pada 2015, pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya sebesar 4,88%.
Setahun berselang, tumbuh menjadi 5,03% dan kembali merangkak naik ke angka 5,07% di 2017. Hingga di 2018, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,17%.
Walaupun kenaikan yang terjadi tidak cepat dan signifikan, itu menunjukkan kondisi ekonomi yang baik ketimbang negara-negara berkembang di Asia lainnya.
"Walaupun dalam tekanan, kita masih bisa tumbuh konsisten," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa (25/6).
Baca juga: Neraca Perdagangan RI di Mei 2019 Surplus US$0,21 M
Tidak hanya pertumbuhan ekonomi, indikator-indikator sosial juga menunjukkan hasil yang baik. Badan Pusat Statistik mencatat tingkat inflasi sepanjang 2018 sebesar 3,13%, lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang menyentuh 3,61%.
Tingkat kemiskinan juga terus turun hingga hanya satu digit yakni 9,66% pada akhir tahun lalu. Dengan anggaran yang terbatas, Darmin menilai seluruh capaian itu sudah sangat baik dan akan dilanjutkan di masa mendatang.
Dengan mengalihkan prioritas dari pembangunan infrastruktur ke pembangunan sumber daya manusia, ia optimistis pertumbuhan ekonomi dan indikator lainnya akan terus berada pada jalur yang tepat.
"Kalau dua program ini dipadukan kita bisa harapkan pertumbuhan ekonomi yang makin baik lagi ke depan," tandasnya.(OL-5)
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved