Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Prima Jaringan, pengembang Safa Marwa Tower, melakukan menjalin kerjasama strategis dengan PT Graha 165 Tbk, yang merupakan pusat pengembangan emotional spiritual quotient (ESQ) ternama di Tanah Air.
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang dilaksanakan Senin (17/6), di Menara 165, Jakarta tersebut diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi kedua belah pihak.
Kemitraan strategis itu rencananya meliputi aspek pemasaran, investasi, dan pengembangan Safa Marwa Tower yang tengah dibangun di lahan seluas 2,6 hektare di kawasan muslim friendly Central Business District (CBD) Jakarta Timur.
Presiden Direktur PT Prima Jaringan Lukman Purnomosidi mengatakan kerja sama tersebut pada akhirnya diharapkan tak hanya membuat proyek Safa Marwa Tower sukses, tapi juga menguntungkan konsumen, calon pembeli, dan penghuni.
"Ini merupakan kerja sama yang inline, karena Safa Marwa Tower dan Group ESQ memiliki kesamaan visi membangun suatu peradaban yang modern, perdaban yang inklusif, sekaligus bernuansa islami," terang Ketua Kehormatan Realestat Indonesia (REI) itu.
Ia menambahkan, Safa Marwa Tower siap menyiapkan fasilitas dan tempat untuk kegiatan-kegiatan ESQ.
Terlebih, menurut Lukman, Safa Marwa Tower sejak awal dikembangkan dengan konsep moslem friendly premium residence ini.
Senada, Direktur Utama PT Graha 165 Tbk Lea Sari Endari Irwan mengatakan Safa Marwa Tower dan PT Graha 165 Tbk memiliki visi ataupun frekuensi yang sama.
“Kami kami sudah pelajari dan kami tidak ragu akan kesuksesan proyek ini. Khusus dalam urusan pemasaran, kami memiliki potential buyer cukup besar, mengingat Alumni ESQ saat ini ada sekitar 1,9 juta orang,” kata dia.
Menurut Lea, konsep pengembangan Safa Marwa Tower sungguh unik, luar biasa, dan mungkin baru pertama di Indonesia.
Meski dikembangkan dengan konsep muslim friendly, modern, dan premium class, kawasan ini tetap inklusif.
Safa Marwa Tower merupakan hunian jangkung premium setinggi 24 lantai yang berlokasi berdampingan dengan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), tepatnya di Jl Raya Hankam, Bambu Apus, Jakarta Timur.
Hunian itu dirancang untuk target market kelas menengah atas, dipasarkan cukup terbatas yakni hanya 450 unit dengan ukuran unit 31 m2–115 m2. harga per unit dibanderol Rp900 juta-Rp3 miliar-an.
Sementara itu, Ary Ginanjar Agustian, Presiden Direktur PT Arga Bangun Bangsa yang juga pendiri ESQ Leadership Center mengaku optimistis dengan kerja sama antara pengembang Safa Marwa Tower dan ESQ.
Menurut Ary, dengan pengalaman PT Prima Jaringan dalam mengembangkan beberapa proyek besar di Jabodetabek serta beberapa proyek di daerah, dipadukan dengan pontesial market yang dimiliki ESQ, ia yakin kerja sama tersebut akan meraup sukses besar. (RO/X-12)
.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved