Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) menilai Indonesia harus memanfaatkan momentum perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok. Dinilai, Indonesia bisa mengambil dampak positifnya.
"Kita harus manfaatkan momentum ini (perang dagang) sehingga bisa memperluas tenaga kerja, memperluas export base kita, memperluas tax base kita. Pajak pun akan besar karena aktivitas ekonomi besar," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Senin (10/6).
Wimboh menuturkan, dalam momentum perang dagang yang menjadi tantangan perekonomian dunia, Indonesia harus memiliki daya saing tinggi dengan memproduksi barang-barang ekspor yang dibutuhkan oleh pasar.
Baca juga: Tiongkok Percaya Diri Hadapi Perang Dagang dengan AS
"Tinggal bagaimana competitiveness kita, bisa membuat barang-barang ekspor kita itu agar replace demand-demand di dunia ini. Sehingga kita di dalam negeri harus betul-betul berupaya keras memanfaatkan momentum ini," jelasnya.
Di samping itu, dirinya menyatakan dalam mendorong upaya Indonesia untuk memanfaatkan momentum perang dagang, sektor keuangan akan senantiasa menjadi pendukung demi kemajuan perekonomian.
"Ini harus kita lakukan bersama. Sektor keuangan akan senantiasa berdiri di belakang. Apapun masalahnya," pungkas Wimboh. (OL-7)
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved