Headline
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUSAHAAN bidang konsumer PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) membagikan hampir seluruh laba bersih perseroan untuk tahun buku 2018 sebagai dividen sebesar Rp9 triliun. Hal itu disepakati pada rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) perseroan bersamaan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) di Grha Unilever, Tangerang Selatan, kemarin.
Dengan begitu, pemegang saham nantinya menerima dividen final sebesar Rp1.185 per saham, termasuk dividen interim yang dibagikan pada 5 Desember 2018 sebesar Rp410 per saham.
"Pemegang saham menyetujui laporan keuangan dan laporan tahunan yang disampaikan manajemen. Kedua, menyetujui pembagian dividen final yang akan dibagikan kepada pemegang saham selambatnya pada 18 Juni 2019 sejumlah Rp775 per saham," kata Presiden Direktur Unilever Hermant Bakshi saat paparan publik.
Selain mengesahkan jumlah dividen, RUPST mengumumkan perubahan susunan direksi dan dewan komisaris. Sri Widowati yang sebelumnya pimpinan di Facebook Indonesia dan Veronika Utami menjabat sebagai direktur, serta Deborah Herawati Sadrach ditetapkan sebagai komisaris independen.
Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Unilever Indonesia Tbk Sancoyo Antarikso menjelaskan pada 2018 Unilever berhasil membukukan penjualan bersih sebesar Rp41,8 triliun, dan mencatat laba bersih sebesar Rp9,1 triliun atau naik 30,1% dari 2017.
Capaian itu ditunjang membaiknya kinerja perseroan pada semester II 2018 dengan laju pertumbuhan penjualan 5,1%. "Segmen usaha home and personal care (HPC) turut berkontribusi 67% serta food and refreshment (FNR) sebesar 33%," kata Sancoyo.
Ia melanjutkan, hingga triwulan I 2019, Unilever membukukan pertumbuhan penjualan domestik 4,9% dengan kontribusi penjualan sebesar 95% dari total penjualan perseroan.
Pada tahun buku yang berakhir Maret 2019 itu, penjualan bersih Unilever mencapai Rp10,7 triliun dengan perincian segmen home, beauty & personal care sebesar Rp7,2 triliun serta segmen foods & reshment sebesar Rp3,5 triliun. Adapun laba bersih perseroan mencapai Rp1,7 triliun.
Belanja modal
Sancoyo menerangkan pada 2019 Unilever mengalokasikan belanja modal (capex) sebesar Rp1,3 triliun yang berasal dari dana internal. Untuk triwulan I 2019, penyerapan capex Unilever mencapai Rp240 miliar untuk perluasan kapasitas produksi.
Menurut dia, pihaknya terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kinerja perusahaan seperti menjalin engagement dengan pihak terkait, melakukan berbagai transformasi pada brand, dan meningkatkan customer service.
Sepanjang 2018, perusahaan juga telah meluncurkan 70 inovasi produk baru baik brand baru maupun produk dalam format baru. Tiga brand baru yang diluncurkan yakni Saus Sambal Jawara, Sabun Korea Glow, serta Es Krim Seru!
Adapun pada 2019 Unilever telah meluncurkan lebih dari 27 inovasi, di antaranya melahirkan brand baru Nameera Aquatic Botanical dan melakukan transformasi pada produk Pond's. (E-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved