Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Defisit neraca dagang Indonesia pada April 2019 yang mencapai US$2,5 miliar disebut sebagai yang tertinggi sejak 2013.
Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Assyifa Szami Ilman menyebut faktor eksternal dan internal yang memengaruhi hal tersebut.
Di sisi eksternal, kata dia, tentu tidak terlepas dari peristiwa konflik dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Indonesia yang tidak terlibat langsung tentu tidak memiliki kemampuan untuk meluruskan situasi tersebut.
Namun, Ilman menilai pemerintah bisa membenahi persoalan di tingkat internal yang secara tidak langsung terkoneksi dengan perang dagang.
Faktor internal yang dia maksud adalah terkait pembenahan pada kinerja ekspor.
"Ekspor Indonesia sampai saat ini masih didominasi komoditas mentah seperti batu bara dan minyak kelapa sawit. Walaupun konsisten mendorong ekspor, itu rentan terhadap perubahan harga sehingga tidak bisa terus menerus diandalkan," ujar Ilman melalui keterangan resmi, Jumat (17/5).
Selain membenahi ekspor, pemerintah juga diminta mengendalikan impor
Tetapi, sambungnya, itu juga perlu dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak memberikan dampak buruk terhadap industri dalam negeri.
"Karena kita tahu impor Indonesia saat ini masih didominasi oleh impor bahan baku dan barang modal, yang notabene diperlukan untuk proses produksi dalam negeri," tuturnya.
Beberapa waktu yang lalu, ia menuturkan, pemerintah menggulirkan aturan tarif impor untuk berbagai macam barang konsumsi. Jenis impor barang konsumsi sebenarnya relatif kecil apabila dibandingkan dengan impor bahan baku dan impor barang modal.
Menurutnya itu sudah cukup baik dan perlu diteruskan kepada dua jenis impor lainnya. (A-3)
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved