Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Industri Batik Sumbang Devisa Hingga Rp734 Miliar

Atikah Ishmah Winahyu
08/5/2019 17:50
Industri Batik Sumbang Devisa Hingga Rp734 Miliar
Airlangga Hartarto(Antara)

KEMENTRIAN Perindustrian terus berupaya melestarikan serta mendorong pengembangan industri batik nasional agar lebih berdaya saing global. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengungkapkan batik turut berperan dalam perekonomian nasional sebagai salah satu penyumbang devisa negara melalui ekspor pada 2018.

"Industri batik berperan besar menyumbang devisa dimana jumlah ekspor batik mencapai US$52,44 juta (setara Rp734 miliar)," kata Airlangga Hartarto dalam acara Gelar Batik Nusantara 2019 di JCC, Jakarta, Rabu (8/5).

Baca juga: Menkeu Siapkan Anggaran Rp20 Triliun untuk THR PNS

Airlangga menuturkan, batik Nusantara memiliki pasar ekspor yang besar seperti di Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa. Dia menambahkan, industri batik turut mendorong pertumbuhan di sektor industri tekstil dan pakaian jadi pada triwulan I tahun 2019 dengan mencatatkan posisi tertinggi yakni mencapai 18,98%.

Kinerja ini melampaui pertumbuhan ekonomi sebesar 5,07% di periode yang sama. Kemenperin menargetkan nilai ekspor batik nasional dapat meningkat hingga 6% sampai 8% pada 2019.

"Kemenperin terus mendorong peningkatan produktivitas dan perluasan pasar bagi industri batik Nasional," ujarnya

Menurut dia, industri batik juga merupakan salah satu sektor yang banyak membuka lapangan pekerjaan dengan jumlah tenaga kerja yang terserap dari sektor hulu seperti weaving dan dyeing hingga sektor industri batik sebanyak 628 ribu orang.

Sedangkan, pekerja di industri batik mencapai sepertiganya atau sekitar 212 ribu orang. Selain itu, Airlangga juga mengimbau agar industri batik menjadi sektor yang ramah lingkungan. Industri batik mulai memperkenalkan bahan baku baru seperti dari serat rayon atau memanfaatkan biji kapas sehingga tentunya dengan material baru ini menghasilkan produk yang lebih menarik dan kompetitif. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya