Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Tekanan terhadap Rupiah hanya Sementara

Mediaindonesia
07/5/2019 07:40
 Tekanan terhadap Rupiah hanya Sementara
tekanan rupiah(ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/wsj.)

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) beberapa waktu belakangan ini terus tertekan. Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), mata uang garuda, kemarin, berada di angka 14.308 per dolar AS.

Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia Nanang Hendarsah mengatakan, bahwa dinamika global terus bergerak. Secara global, diakuinya, dolar AS menguat dengan adanya pernyataan Gubernur The Fed Jeremy Powell bahwa The Fed tidak akan menaikkan atau menurunkan suku bunganya tahun ini.

Sementara itu, sambung Nanang, pasar justru berekspektasi bahwa suku bunga The Fed akan diturun-kan tahun ini. "Ini ada perbedaan dalam melihat arah suku bunga ke depan, antara ekspektasi pasar dan Gubernur The Fed," kata Nanang kepada awak media di Bank Indonesia, Jakarta, kemarin

Selain itu, kata Nanang, pernyata-an Presiden AS Donald Trump terkait kesepakatan dagang AS-Tiongkok pun membuat dolar kemudian menguat. "Yang bersangkutan mengancam akan menaikkan tarif terhadap produk Tiongkok, itu menyebabkan agak surprise bagi market. Tadinya ekspektasi dolar melemah, dengan adanya statement itu, membuat semuanya berbalik," tuturnya.

Nanang menilai bahwa dinamika yang disebabkan statement biasa-nya bersifat jangka pendek. Pasalnya, menurut dia, statement akan berubah dalam waktu singkat. "Ini dinamika jangka pendek yang harus kita sikapi sebagai sebuah fluktuasi yang biasa, tidak perlu terlalu banyak dicemaskan," paparnya.

Dari sisi domestik sendiri, Nanang menilai bahwa rilis pertumbuhan ekonomi Kuartal I 2019 oleh Badan Pusat Statistik sebesar 5,07% memang di bawah ekspektasi pasar. Namun, menurut dia, pertumbuhan ekonomi tersebut masih cukup solid jika dibandingkan dengan negara-negara lain. (Nur/E-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya