Headline

DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.

Dana Asing Mengalir Deras, Pasar Positif terhadap Perekonomian RI

Atikah Ishmah Winahyu
03/5/2019 20:15
Dana Asing Mengalir Deras, Pasar Positif terhadap Perekonomian RI
Pengamat ekonomi, Fithra Faisal Hastiadi.(ANTARA FOTO/Audy Alwi)

BANK Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing masuk ke pasar Indonesia hingga awal Mei 2019 mencapai Rp131,1 triliun. Adapun aliran asing tersebut terdiri atas Rp66,3 triliun dari Surat Berharga Negara (SBN) dan Rp66,1 triliun melalui saham.

Pengamat ekonomi, Fithra Faisal Hastiadi, menilai, hal ini menunjukkan reaksi pasar yang cukup positif terhadap perekonomian Indonesia. Dia mengungkapkan, aliran modal asing sudah masuk cukup deras ke Indonesia sejak awal 2019 dan membantu pergerakan rupiah serta harga saham.

Pada Maret lalu mencapai Rp90 triliun dan per 2 Mei 2019 meningkat menjadi Rp131 triliun. Menurut dia, ada dua hal yang menimbulkan sentimen positif pasar kepada Indonesia.

"Pertama memang sentimen cukup positif setelah Pilpres, yang kedua adalah memang ada indikasi-indikasi portofolio investor ingin mencari shorten gain dari emerging market. Nah, salah satunya mungkin masuk ke Indonesia," kata Fithra kepada Media Indonesia, Jumat (3/5).

Namun Fithra mengatakan, aliran modal asing tersebut masih bersifat jangka pendek. Menurut dia, Indonesia masih punya tugas agar investasi tersebut bertahan lama.


Baca juga: Hingga Mei, Aliran Modal Asing ke Indonesia Rp131,1 Triliun


"PR-nya adalah bagaimana menahan yang jangka pendek ini menjadi lebih bertahan lama dan juga bagaimana mengundang investor-investor yang tipikalnya bukan portofolio investor, tapi juga investor yang sifatnya lebih lama dan menciptakan multiplier effect lebih besar," terangnya.

Indonesia pun harus berhati-hati terhadap isu global seperti trade war, kenaikan suku bunga, maupun isu domestik yang bersifat negatif dan dapat mempengaruhi pasar. Fithra menambahkan, ada langkah-langkah tertentu yang dapat dilakukan untuk menarik kepercayaan pasar.

"Kita harus bisa mengapresiasi juga dan kemudian kita bisa memanfaatkan momentum kepercayaan pasar ini dengan kebijakan-kebijakan yang sifatnya jauh lebih pro pasar ke depannya," terangnya.

Selain itu penyusunan kabinet yang baik dengan orang-orang profesional di dalamnya serta kebijakan pro-pasar dinilai juga mampu meningkatkan kepercayaan investor asing terhadap Indonesia. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya