Headline
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
Kumpulan Berita DPR RI
Hasil penelitian Bank Dunia menyebut tingkat kesejahteraan secara global dapat meningkat 21,7% jika kesetaraan gender diimplementasikan. Sebaliknya, kerugian pada human capital wealth secara global diperkirakan mencapai US$160,2 triliun akibat adanya ketidaksetaraan gender.
Oleh karena itu, para pemimpin perusahaan meyakini bahwa keseteraan gender di lingkungan kerja dapat mendorong peningkatan produktivitas dan pertumbuhan bisnis secara signifikan. Kesadaran itu dinilai makin lama makin meluas meski masih terdapat sejumlah tantangan seperti budaya yang telah mendarah daging.
Presiden Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE) Shinta Widjaja Kamdani mengatakan upaya menambah lebih banyak perempuan pada jajaran dewan dan kepemimpinan senior merupakan sebuah prestasi besar.
Untuk terus berkembang, kata dia, perusahaan juga perlu menciptakan tempat kerja yang ramah gender, mengembangkan investasi berorientasi perempuan, menggalakkan praktik keragaman, serta terus meningkatkan jumlah perempuan yang memegang posisi kunci di sebuah perusahaan.
"Kesetaraan gender merupakan jantung dari pekerjaan yang laik. Isu itu tidak hanya terjadi di negara-negara berkembang seperti Indonesia, tetapi telah menjadi isu menarik di dunia," ujar Shinta dalam diskusi di Jakarta, Kamis (18/4).
Dia menilai, saat ini, kesetaraan gender di dunia kerja masih menjadi tantangan di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Padahal, kesetaraan gender yang diakui dapat menimbulkan dampak positif secara luas. Karena itu, berbagai inisiatif dilakukan untuk mendorong perusahaan menciptakan lingkungan kerja yang nyaman bagi karyawan yang memiliki multiperan, serta mendukung perubahan untuk tercapainya kesetaraan gender di dunia kerja.
Dalam kesempatan yang sama, CFO Telkomtelstra Ernest Hutagalung mengatakan terlepas dari kemajuan yang sudah dicapai dalam kesetaraan gender di dunia kerja, masih banyak ditemui hambatan, akibat minimnya jumlah perempuan di Indonesia yang berada di level top leaders.
"Menempatkan lebih banyak perempuan sebagai leaders sangat penting, karena perubahan signifikan di tempat kerja harus dimulai dari atas, apakah itu kesetaraan kesempatan atau menciptakan budaya yang memungkinkan perempuan untuk mengoptimalkan potensi dan produktivitas mereka di lingkungan kerja," tuturnya. (E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved