Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat tidak ada provinsi di Indonesia yang status pembangunan manusianya berada di level rendah, termasuk Papua. Papua termasuk provinsi yang tercatat dengan kemajuan pembangunan manusia paling cepat.
“Berita yang menggembirakan bahwa di 2018, Papua indeks pembangunan manusia (IPM)-nya sudah masuk kategori sedang (60,06), tahun lalu masih sebesar 59,09 (rendah),” kata Kepala BPS Suhariyanto di Gedung BPS, Jakarta, kemarin.
Selain Papua, provinsi yang mengalami kemajuan pembangunan manusia paling cepat ialah Sulawesi Barat dan Papua Barat. Kemajuan pembangunan manusia di Sulawesi Barat didorong perbaikan di sektor pendidikan dan standar hidup layak. Adapun di Papua didorong oleh dimensi pendidikan dan di Papua Barat didorong oleh dimensi standar hidup layak.
“Kita berharap dengan pembangunan yang sedang dilakukan di Papua dan Papua Barat, pertumbuhan IPM-nya makin lama bisa makin cepat sehingga mengatasi ketertinggalan,” kata Suhariyanto.
Pencapaian pembangunan manusia diukur dengan memperhatikan tiga aspek esensial, yaitu umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, dan standar hidup layak.
IPM merupakan indikator yang digunakan untuk melihat perkembangan pembangunan dalam jangka panjang. Untuk melihat kemajuan pembangunan manusia terdapat dua aspek yang perlu diperhatikan, yaitu kecepatan dan status pencapaian.
Dalam melihat status IPM, Indonesia menggunakan standar dari United Nations Development Program (UNDP) bahwa kalau status IPM suatu negara berada di bawah 60, hal itu dikategorikan rendah, 60-70 dikategorikan sedang, 70-80 dikategorikan tinggi, dan di atas 80 dikategorikan sangat tinggi.
Program bansos
Peningkatan status IPM di beberapa daerah dalam data yang dirilis BPS dinilai Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita sebagai capaian pemerintah dari berbagai program yang dilaksanakan Kementerian Sosial.
“Artinya sudah naik dan berdasarkan data terakhir BPS kita berhasil menekan angka kemiskinan dengan Program Keluarga Harapan (PKH),” ujar Agus Gumiwang, kemarin.
Menurutnya, dalam menentukan IPM dilihat dari tiga indikator yang baik. Ketiganya, sambung Agus, masuk program PKH yang selama ini dilakukan pemerintah. “Tiga indikator terpenting jadi faktor menghitung IPM, satu ekonomi keluarga, pendidikan, dan kesehatan, dan dalam kesehatan itu juga bertujuan meningkatkan usia harapan hidup,” tambahnya.
Mensos Agus pun lantas merinci bahwa selain meningkatkan daya beli keluarga dan masyarakat, PKH pendidikan memiliki syarat penting, yakni memiliki anak yang sekolah dan menjadi keluarga penerima manfaat (KPM) aktif.
“Artinya semua yang menjadi penghitungan IPM semua ada dalam program pemerintah, termasuk memastikan ibu hamil dan balita sehat dan menjadi generasi yang berkualitas,” tandasnya.
Mensos Agus pun meyakini Program Keluarga Harapan tidak hanya berperan untuk mengurangi kemiskinan, tapi juga berkontribusi pada transformasi peradaban.
“Kita bisa lihat sebelum keluarga itu menjadi KPM, PKH kecil sekali yang berhubungan dengan perbankan. Sekarang dengan adanya PKH, kita perkenalkan dengan akses perbankan,” tukas Agus. (Sru/X-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved