Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Pemerintah Tingkatkan Pendapatan Nelayan

(E-3)
09/4/2019 03:00
Pemerintah Tingkatkan Pendapatan Nelayan
Menteri luhut binsar panjaitan saat berbicara di diskusi nasionalindonesia 2045 di gedung merdeka(MI/Anggoro )

KEMENTERIAN Koordinator Bidang Kemaritiman ingin menjadikan program 1 Juta Nelayan Berdaulat sebagai program unggulan dan diharapkan mampu memajukan sektor maritim di Indonesia.

“Program ini akan kami jadikan program unggulan atau prioritas Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim, Kemenko Bidang Kemari­timan atas program nasional yang tertuang dalam Keputusan Presiden No 16 Tahun 2017 tentang Kebijakan Kelautan Indonesia untuk menyukseskan Indonesia menjadi negara poros maritim dunia,” ujar Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, di Jakarta, kemarin, sebagaimana dikutip dari Antara.

Kemarin, Kemenko Bidang Kemaritiman yang didukung Badan Usaha Milik Negara serta Asosiasi Pemerintah Bidang Kepulauan dan Pesisir Indonesia (Aspeksindo) meluncurkan Program 1 Juta Nelayan Berdaulat. Program itu segera dilaksanakan di 300 kabupaten atau kota wilayah pesisir Indonesia dengan target peserta berjumlah 300 ribu nelayan hingga akhir 2019.

Luhut menyampaikan melalui program 1 Juta Nelayan Berdaulat, pendapatan nelayan akan meningkat minimal Rp10 juta per bulan. Itu bisa terjadi karena adanya metode pemasaran hasil laut yang terintegrasi dan efisien dengan rantai suplai chain yang pendek, serta terdatanya informasi persebaran ikan dan beragam hal lainnya.

CEO FishOn Fajar Widisasono sebagai mitra pendukung teknologi Program 1 Juta Nelayan Berdaulat mengungkapkan melalui dukungan teknologi, nelayan dapat meningkatkan pemanfaatan sumber daya laut yang selama ini hanya 7% menjadi minimal 17% dengan aplikasi FishOn.

“Nelayan mendapatkan dukungan teknologi dan pemasar-an hasil laut yang disediakan FishOn,” terang Fajar.

Dia menjelaskan FishOn merupakan aplikasi untuk nelayan berbasis android dengan fitur pencarian ikan, pengawetan ikan, penjualan ikan, komunikasi atau chatting, pencatatan hasil tangkapan ikan (logbook), panic button untuk permintaan bantuan dalam kondisi darurat, fitur pembayaran elektronik dan fitur belanja kebutuhan sehari-hari yang terhubung dengan koperasi nelayan.

Program 1 Juta Nelayan Berdaulat dilatarbelakangi fakta bahwa kekayaan laut Indonesia menurut data UNDP pada 2017 sebesar US$2,5 triliun per tahun, tetapi baru dapat dimanfaatkan sebesar 7% karena kemampuan teknologi yang minim. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya