Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Smelter Mempawah untuk Tangkal Impor Bauksit dan Aluminium

(E-2)
05/4/2019 02:50
Smelter Mempawah untuk Tangkal Impor Bauksit dan Aluminium
Suasana lokasi yang dicanangkan untuk pembangunan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR)(ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang)

Untuk mendorong hilirisasi produk pertambangan, pemerintah membangun pabrik pemurnian atau Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah, Kalimantan Barat. Pembangunan proyek yang merupakan sinergi BUMN Holding Industri Pertambangan, yakni PT Inalum dan PT Antam itu, ditandai dengan peletakan batu pertama yang dilakukan Menteri BUMN Rini Soemarno di Sungai Kunyit, Mempawah, Kalimantan Barat, kemarin. Dalam acara itu, Rini didampingi Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin, Direktur Utama Antam Arie Ariotedjo,­ dan Ketua DPD Oesman Sapta Odang.  

Dalam sambutannya,Rini menekankan bahwa hilirisasi produk tambang menjadi penting mengingat selama ini bauksit diekspor dalam bentuk mentah. Sementara itu, Indonesia juga masih mengimpor alumina dari Australia. “Kalau nanti pabrik Mempawah sudah bisa produksi alumina, kita tidak perlu impor lagi. Produksi bauksit sampai aluminium semua dari Indonesia, kita tidak butuh orang luar lagi,” kata Rini seperti dikutip Antara, Kamis (4/4)

Dia mengungkapkan pembangunan proyek pemurnian ini diharapkan bisa meningkatkan nilai tambah produk tambang Indonesia, mengurangi impor alumina, menciptakan lapangan kerja baru, serta berdampak besar bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di daerah.   

Pembangunan SGAR Mempawah ini membutuhkan biaya investasi sebesar US$850 juta dengan proporsi kepemilikan saham 60% Inalum dan 40% Antam. Pabrik pemurnian grade alumina ini ditargetkan mulai berproduksi pada kuartal-I 2022 dan mampu menyerap tenaga kerja sampai 750 karyawan.   

Fasilitas pengolahan ini rencananya memiliki kapasitas produksi sampai 2 juta ton alumina per tahun. Dalam tahap pertama yang ditandai dengan pencanang­an pembangunan hari ini, SGAR Mempawah memiliki kapasitas produksi 1 juta ton per tahun dengan kebutuhan bijih bauksit 6 juta wmt per tahun.  Proyek SGAR Mempawah juga diharapkan memenuhi kebutuhan alumina sebagai bahan baku aluminium yang dibutuhkan Inalum sebesar 500.000 ton per tahun. (E-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya