Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPERCAYAAN investor pada sektor industri di Indonesia masih tumbuh. Hal itu ditunjukkan indeks manajer pembelian (purchasing managers index/PMI) manufaktur Indonesia yang berada pada level 51,2 atau melonjak dari bulan sebelumnya yang berada di level 50,1.
“Peringkat di atas 50 juga menandakan sektor manufaktur kita tengah ekspansif. Mereka pun melihat iklim usaha di Indonesia tetap stabil dan bisa mengelola ekonomi melalui norma baru,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melalui keterangan resminya, Senin (1/4).
Indeks PMI yang dirilis Nikkei tiap bulan itu memberikan gambaran tentang kinerja industri pengolahan di suatu negara dengan pertanyaan seputar jumlah produksi, permintaan baru, ketenagakerjaan, inventori, dan waktu pengiriman.
Survei PMI manufaktur dikompilasi dari respons bulanan atas kuesioner yang dikirim kepada eksekutif pembelian di lebih dari 300 perusahaan industri yang dibagi dalam delapan kategori, yaitu logam dasar, kimia dan plastik, listrik dan optik, makanan dan minuman, teknik mesin, tekstil dan busana, kayu dan kertas, serta transportasi.
Sejak awal 2019, indeks PMI manufaktur Indonesia terus meningkat, dimulai pada Januari di level 49,9 kemudian Februari naik ke level 50,1 hingga sekarang di level 51,2. “Kenaikan PMI ini sangat positif, membuktikan industri manufaktur kita sedang bergeliat. Kami terus dorong agar lebih produktif serta berdaya saing,” kata Airlangga.
Dalam survei indeks PMI pada Maret dilaporkan waktu pengiriman hasil produksi lebih cepat ketimbang periode sebelumnya. Ketenagakerjaan manufaktur juga terus meluas sehingga mendukung bisnis tetap bertahan untuk mampu menyelesaikan beban kerja yang belum selesai. Selain itu, tingkat bisnis yang belum terselesaikan turun selama lima bulan berturut-turut.
Secara umum, Nikkei mencatat para responden tetap optimistis tentang perkiraan bisnis pada Maret, dengan 43% panelis memperkirakan kenaikan output selama 12 bulan mendatang.
Di tingkat ASEAN, PMI manufaktur Indonesia pada Maret 2019 menempati peringkat ke-4 atau melampaui Thailand (50,3), Singapura (47,9), dan Malaysia (47,2), serta lebih tinggi dari perolehan PMI manufaktur se-ASEAN (50,3). (E-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved