Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
McDonald's Indonesia menyelenggarakan kompetisi selfie dengan tagar #RayakanHarapan2. Para pemenang kompetisi ini diumumkan Kamis (28/3) kemarin, bertempat di McDonald's Sarinah Thamrin, Jakarta.
"Yang mau kita sampaikan adalah tidak ada sesuatu yang tidak mungkin. Kalau kita berniat dan berusaha pasti bisa untuk mewujudkannya. Kami berharap melalui kompetisi ini, kami bisa membantu mewujudkam harapan dari sebagian kecil harapan yang dimiliki konsumen," ujar Caroline Kurniadjadja sebagai Assosiate Director of Marketing McDonald's Indonesia, Kamis (28/3) kemarin.
Baca juga: Permata Bank Gelar Creator Fest #BicaraUang 2019
Ada tiga pemenang yang harapannya berhasil diwujudkan. Proses pencarian pun dinilai sangat sulit karena setiap foto dan cerita memiliki nilai harapan yang mulia. Namun, penilaian juga melihat usaha yang telah dilakukan oleh peserta. Pemenang kompetisi harapan ini diantaranya, Yan Sistavanie, Fransisca Heri Pratiwi, dan Chorniati.
Yan Sistavanie atau yang akrab dipanggil Sista berhasil membantu mewujudkan harapan ayahnya untuk memiliki gerobak motor untuk toko kelontongnya. Toko kelontong tersebut sudah berdiri selama 20 tahun. Sista ingin membelikan ayahnya gerobak motor untuk mempermudah proses pembelian dan distribusi barang-barang dan mampu mengembalikan pelanggan toko yang sempat pergi karena lebih efektif dalam pendistibusian.
"Saat memakai gerobak gowes (sepeda) menggunakan tenaga yang banyak, sedangkan muatannya dikit. Namun, sekarang karena keterbatasan usia membuat sulit menjangkau pelanggan. Setelah menggunakan gerobak motor membuat pelanggan lembali dan omzet pun meningkat," ujar Warsito, ayah dari Sista.
Peserta lain yang harapannya berhasil diwujudkan yakni, Fransisca. Dirinya memiliki seorang anak bernama Arjuna yang hingga saat ini belum bisa berbicara dan berjalan. Dari hasil tes menunjukkan terdapat selaput putih yang menutupi otak depan Arjuna. Sementara, untuk jumlah sel darah putih Arjuna terbilang abnormal.
Baca juga: Darmin Sebut Izin Impor Bawang Putih belum Keluar dari Kemendag
"Setiap dia sakit atau kepala pusing, dia suka pukul-pukul kepalanya dan menjedukkan kepalanya ke lantai. Lalu, saya periksa ke dokter, dan menyarankan untuk tes MRI otak. Saya senang dan tak bisa diungkapkan saat berhasil menjadi pemenang. Karena saya sangat ingin mengetahui anak saya sakit apa. Setelah pengobatan sel darah anak saya sudah normal dan sekarang sedang tahap terapi," ungkapnya.
Sementara itu, pemenang lainnya, Chorniati berhasil mewujudkan harapannya untuk membelikan tangan palsu bagi sang suami. Pada tahun 2000, suami Chorniati, Kadafi, mengalami kecelakaan kerja sehingga harus diamputasi. Saat ini, Kadafi bekerja sebagai petani dan memberi pakan ternak. (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved