Selasa 26 Maret 2019, 03:45 WIB

Pembebasan Lahan Kereta Cepat Bandung Capai 94%

(Ant/E-1) | Ekonomi
Pembebasan Lahan Kereta Cepat Bandung Capai 94%

MI/Reza Sunarya
Polisi dan Satpol PP melakukan pengamanan eksekusi lahan oleh Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Purwakarta Jawa Barat yang digunakan pembangunan kereta api cepat Bandung Jakarta di Wilayah Purwakarta

 

PT Wijaya Karya (persero) Tbk selaku anggota konsorsium kontraktor pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung menargetkan pembebasan lahan proyek tersebut rampung pada Juni 2019.

Pembebasan lahan saat ini telah mencapai 94% dan hanya tersisa 6% karena ter-kendala keberadaan fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum), seperti masjid dan sekolah. 

“Sisa 6% itu fasos dan fasumnya. Karena itu, perlu negosiasi terkait kebutuh-annya. Misal, masjid mau pindah ke sini, tidak suka, pindah lagi, sehingga memang perlu waktu. Mudah-mudahan tanahnya bisa rampung sampai dengan awal Juni,” kata Direktur Utama Wijaya Karya Tumiyana di Jakarta, Senin (25/3).

Ia menambahkan pembangunan konstruksi telah mencapai 9,2% hingga akhir Februari 2019.

”Itu fondasi untuk pilar, tunnel (terowongan), semua sudah bergerak. Pekerjaan tanah semua sudah dikerjakan,” katanya.

Ia mengatakan, dengan tingkat progres tersebut, pihaknya menyatakan pembangunan masih sesuai jadwal untuk bisa rampung pada 2021 mendatang.

“Insya Allah, sampai saat ini tidak ada (kendala). Target masih on track. Kalau tunnel  rampung, tinggal fisik saja,” tandasnya. 

Sementara itu, kemarin,  PT Wijaya Karya mengangkat Ade Wahyu sebagai direktur keuangan dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB). Ade Wahyu yang sebelumnya menjabat sebagai General Manager Departemen Keuangan Wijaya Karya menggantikan Antonius N S Kosasih yang kini menjabat Direktur Investasi PT Taspen (persero). 

Selain pengangkatan salah satu direksi, Tumiyana mengatakan RUPSLB juga memutuskan ada pergantian di jajaran komisaris ­perusahaan.   

 Imas Aan Ubudiyah Nurrachman tidak lagi menjadi komisaris independen setelah mencalonkan diri menjadi calon anggota legislatif sehingga posisi komi-saris yang diduduki Eddy Kristanto digantikan oleh ­Edy ­Sudarmanto. (Ant/E-1)

Baca Juga

BPMI Setpres

Penguatan Kerja Sama BIMP-EAGA Kunci Pemulihan Ekonomi Kawasan

👤Andhika Prasetyo 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 23:39 WIB
Ia meyakini bahwa penguatan kerja sama yang konkret dapat membantu pemulihan...
DOK/BANK BJB

Bank BJB Meluncurkan New Digi dan DigiCash

👤Bayu Anggoro 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 23:15 WIB
Peluncuran new digital payments ini diselenggarakan dengan tujuan untuk mengoptimalkan layanan digital Bank BJB kepada masyarakat dan...
DOK IST

Milenial Mulai Tertarik Investasi

👤Gana Buana 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 23:00 WIB
Didorong oleh sejumlah faktor, terutama soal kondisi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kebut Penyelesaian Sanksi WADA

Satgas Percepatan Penyelesaian Sanksi WADA akan bekerja lebih cepat mengingat jadwal kompetisi internasional yang padat.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya