Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Sawit Didiskriminasi, Pemerintah akan Lawan Uni Eropa

Andhika Prasetyo
15/3/2019 17:30
Sawit Didiskriminasi, Pemerintah akan Lawan Uni Eropa
(ANTARA)

PEMERINTAH memastikan akan memperjuangkan nasib industri kelapa sawit setelah pihak Komisi Eropa kembali menyerang komoditas ekspor utama Tanah Air itu.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan pemerintah akan bertolak ke 'Benua Biru' pada April mendatang untuk menyampaikan posisi dan pendapat sebagai produsen terbesar di dunia.

"Kalau Eropa maju terus, kita juga akan berjuang terus. Kita akan ke sana, tidak tunda-tunda lagi," ujar Darmin ketika ditemui usai salat Jumat, di kompleks kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (15/3).

Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kanya Lakshmi Sidarta mengatakan pelaku usaha akan selalu berada di belakang pemerintah untuk memberikan dorongan kuat dalam membela industri kelapa sawit.

"Sebagai produsen dan konsumen, kita akan bersuara. Kita akan tuntut hal-hal yang tidak adil yang dilakukan Komisi Uni Eropa," ucapnya.

Sebagaimana diketahui, pada Rabu (13/3), Komisi Uni Eropa menentukan kriteria baru penggunaan minyak nabati untuk bahan baku produksi biodiesel.

Dalam aturan baru itu, minyak sawit dikategorikan sebagai komoditas yang tidak berkelanjutan lantaran dianggap mengakibatkan deforestasi berlebihan. Dengan demikian, minyak sawit tidak diizinkan untuk digunakan sebagai komponen bahan baku.

Kriteria tersebut disusun dalam rangka pembentukan undang-undang Renewable Energy Directive II (RED II) untuk meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan menjadi 32% pada 2030.

Pemerintah dan Parlemen Uni Eropa memiliki waktu dua bulan untuk memutuskan apakah akan menerima atau mem-veto keputusan Komisi. (A-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya