Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Kartu Prakerja Jokowi Solusi Maksimalkan Demografi Indonesia

Akmal Fauzi
13/3/2019 16:56
Kartu Prakerja Jokowi Solusi Maksimalkan Demografi Indonesia
( MI/RAMDANI)

PELUNCURAN program kartu prakerja yang dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) jika terpilih kembali di periode kedua dinilai bisa meningkatkan kualitas para tenaga kerja yang rata-rata berusia di bawah 30 tahun.

Hal itu disampaikan, influencer Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Tommy Kurniawan.

Menurutnya, kartu prakerja yang ditujukan kepada tenaga kerja baru dan juga lama, baik untuk mendapatkan layanan pelatihan vokasi, sertifikasi kompetensi kerja, atau untuk pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), dinilai akan menambah ketrampilan dan bobot tenaga kerja Indonesia sehingga mampu bersaing di era globalisasi.

Baca juga: Hanya 3 Hari, BRI dan Traveloka Gelar Online Travel Fair

"Kartu prakerja itu sangat baik dan tepat di era bonus demografi berupa tenaga kerja muda Indonesia yang besar, namun kurang memiliki skill dan kualitas yang dibutuhkan di era industri yang mengarah ke revolusi industri 4.0. Sumber daya manusia itu investasi. Jika investasi tersebut terlatih dan trampil sesuai dengan bidang yang dibutuhkan industri atau perusahaan, maka akan bisa memajukan perekonomian nasional," kata Tommy dalam keterangan tertulis, Rabu (13/3).

Ia menambahkan, Kartu prakerja sangat berguna bagi para fresh graduate atau anak-anak muda yang kurang memiliki keterampilan agar bisa dilatih sehingga lebih mudah mencari kerja dan diterima di perusahaan perusahaan.

"Langkah berikutnya, pemerintah harus membuat pemetaan sehingga para pemilik Kartu prakerja yang sudah mengikuti pelatihan dan peningkatan skill bisa langsung disalurkan ke perusahaan-perusahaan yang membutuhkan. Harus ada link and match yang efektif antara pemilik kartu, pemerintah, dan perusahaan," kata politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Baca juga: Harmonisasi PPnBM, Dorong Industri Mobil Listrik

Dalam menyongsong industri 4.0, kebutuhan tenaga kerja yang melek teknologi mengambil porsi terbesar. Meski demikian, kebutuhan tenaga kerja berkualitas di sektor-sektor lain tak kalah penting.

"Memang IT, khususnya pembuat program atau analisis big data butuh sumber daya manusia yang besar. Apalagi di era industri 4.0. Namun, hampir semua sektor butuh sumber daya berkualitas di tengah era golobalisasi. Mulai dari bidang pertanian, manufaktur, hingga olahraga, dll membutuhkan tenaga kerja yang trampil dan matang," ungkap Tommy. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya