Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Indonesia Ajukan Proposal Ekonomi Digital di APEC

Andhika Prasetyo
10/3/2019 18:30
Indonesia Ajukan Proposal Ekonomi Digital di APEC
(forum apec ANTARA FOTO/REUTERS/Kham )

INDONESIA terus berupaya menyuarakan kepentingan nasional dalam forum-forum internasional kenamaan dunia, termasuk dalam Sidang Komite Perdagangan dan Investasi Asia Pacific Economic Cooperation yang dihelat di Santiago, Chile, 2019, di Santiago, Chile, awal pekan lalu.

Direktur Perundingan APEC dan Organisasi Internasional Kementerian Perdagangan Deny Kurnia mengungkapkan, dalam forum itu, pemerintah menyampaikan beberapa isu penting seperti pengembangan kemitraan dengan usaha kecil menengah dan pemanfaatan ekonomi digital yang bisa berkontribusi pada pengentasan kemiskinan.

"Kami mengembangkan sejumlah proposal kegiatan yang meliputi Public Private Dialogue (PPD) on Understanding Non-Tariff Measures on Agriculture, Forestry and Fisheries Sectors to Enhance Trade to Improve Rural Development and Poverty Alleviation in the Asia Pacific Region," ujar Deny melalui keterangan resmi, Minggu (10/3).

Beberapa proposal lainnya ialah Workshop for SMEs in APEC: Embracing 4.0 Industrial Revolution in Boosting Economic Performance of Export-oriented SMEs yang bertujuan meningkatkan ekspor produk-produk UKM melalui peluang industri 4.0. Ada pula Workshop on Fostering Inclusive Digital Economy: Sharing Best Practices in Advancing Women Participation in Digital startups yang bertujuan meningkatkan peran perempuan dalam memanfaatkan platform digital sehingga dapat lebih berdaya saing melalui bisnis rintisan.

“Pembahasan di APEC semakin maju dan berkembang seiring dinamika global. Kita semua tidak hanya ditantang untuk mampu mewujudkan perdagangan bebas di kawasan, namun bagaimana mewujudkan instrumen tersebut dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat. Isu seperti pemberdayaan perempuan dan pembangunan berkelanjutan adalah wujud keberpihakan APEC pada isu-isu inklusif," jelasnya.

Dengan kata lain, lanjut Deny, APEC menginginkan agar ada lebih banyak pihak yang menikmati keuntungan dari liberalisasi perdagangan.

Di sisi lain, APEC juga perlu menjawab tantangan industri 4.0. Inisiatif APEC sekarang masih kental diwarnai pembahasan fasilitasi perdagangan digital hingga model aspek rantai nilai global (GVCs).

"Ini merupakan tantangan domestik kita untuk terus menyesuaikan dengan kemungkinan arah kerja sama regional ke depan. Di samping itu, situasi perdagangan global yang memanas, kecenderungan proteksionisme, dan sikap unilateralisme perlu dimitigasi di forum ini," lanjut Deny.

APEC terus menjadi forum yang diperhitungkan dunia sampai saat ini. Merujuk data APEC at Glance, kawasan itu kini menguasai 60% GDP dunia atau senilai US$48 triliun. APEC juga masih terus berupaya meningkatkan pertukaran ide dan peningkatan kapasitas agar gap antara ekonomi maju dan berkembang dapat dikurangi secara bertahap. (A-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya