Kamis 28 Februari 2019, 22:00 WIB

Anak Muda Didorong Manfaatkan Efek Berganda Industri Migas

Ghani Nurcahyadi | Ekonomi
Anak Muda Didorong Manfaatkan Efek Berganda Industri Migas

Dok. Dyandra Promosindo

 

INDUSTRI minyak dan gas bumi memberikan efek berganda (multiflier effect) pada industri lain, seperti teknologi informasi, transportasi, kuliner, perhotelan, dan sebagainya.

Presiden Direktur Ophir Energy Tenny Wibowo mengatakan,Industri migas juga menciptakan lapangan kerja bagi tenaga kerja lulusan non-teknik perminyakan.

Di perusahaan migas sendiri, ada sebanyak 20%-40% karyawan yang berlatar belakang non-teknik perminyakan.

"Banyak sekali kesempatan sumber daya manusia di industri migas. Kita membutuhkan karyawan untuk HRD, legal, dan itu banyak berlatar belakang non-teknik<" katanya dalam diskusi Ngobrol Bareng,Peluang Generasi Muda pada Industri Hulu Migas di Jakarta, Kamis (28/2).

Diskusi yang diselenggatakan Indonesia Petroleum Association (IPA) dan Dyandra Promosindo itu bertujuan memberikan gambaran kepada generasi muda perihal industri hulu migas bagi perekonomian nasional dan peluang generasi muda untuk terlibat dalam industri, sekalipun bukan berlatar belakang pendidikan teknik perminyakan maupun teknik lainnya.

Acara Ngobrol Bareng merupakan bagian dari rangkaian acara pre-event Pameran dan Konvensi IPA ke-43 yang akan diselenggarakan pada 4–6 September 2019, di Jakarta Convention Center

Tenny menambahkan, berdasarkan studi yang dilakukan SKK Migas dan Universitas Indonesia pada 2015, diketahui bahwa setiap investasi sebesar Rp1 Miliar pada sektor hulu migas akan berdampak terhadap penciptaan lapangan kerja sebanyak 100 orang dan peningkatan PDB sebesar Rp700 Juta.

Baca juga : Gross Split Pacu Investasi di Hulu Migas

Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Wisnu Taher mengatakan  masih ada 1.000 lapangan potensi migas yang bisa dikembangkan dan membuka lapangan kerja.

Saat ini juga ada tranformasi di industri migas untuk mempertahankan dan menunjang ketahanan energi nasional hingga ke depan.

Lapangan pekerjaan di sektor migas pun kini makin besar sejak masuknya era digitalisasi lewat pemanfaatan mahadata (big data). CEO Big Java Ruli Harjowidianto.mengatakan big data sangat diperlukan untuk menunjang berjalannya proses bisnis lebih efektif dan efisien dan termasuk dalam pengambilan kebijakan.

Sejumlah perusahaan migas multinasional seperti Total, British Petroleum (BP), dan Chevron diketahui telah mengadopsi penggunaan teknologi digital dalam mendukung kegiatan operasionalnya.

“Big data dapat menghemat biaya karena bisa digunakan mulai dari eksplorasi hingga pasca produksi dengan tingkat akurasi yang tinggi. Data diambil dan dianalisis alogaritmanya untuk menentukan langkah ke depannya. Diharapkan ke depan akan ada data mengenai sumur, data eksplorasi, dan sebagainya untuk mempermudah analisis,” tandas Ruli. (RO/OL-8)

 

Baca Juga

Ist

Dengan Miliki Tiga Kapal Bulk Carrier, PT HATM Lakukan IPO

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 28 Juni 2022, 13:19 WIB
Pada tahun 2022, HATM berencana untuk melakukan penawaran perdana umum saham (IPO) untuk meningkatkan modal serta mendukung kegiatan usaha...
Ilustrasi

Farmaku Gandeng Traveloka Perluas Layanan Kesehatan

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 28 Juni 2022, 11:37 WIB
Farmaku menjalin kerja sama dengan Traveloka, Lifestyle Superapp di Asia Tenggara yang menawarkan solusi menyeluruh untuk berbagai...
Ist/Bjb

Dorong Transaksi Cashless, Ini Program Menarik Penyedia Aplikasi Keuangan Digital

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 28 Juni 2022, 10:09 WIB
Berbagai layanan digital muncul dengan berat fitur dan kelebihan yang mempermudah masyarakat melakukan berbagai rutinitas...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya