Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Koordinator Bidang Perekonomian menggelar rapat koordinasi tentang peningkatan serapan karet dalam negeri bersama sejumlah pemangku kepentingan. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang turut hadir mengatakan pihaknya membahas inisiasi pengoptimalan penggunaan karet untuk sejumlah infrastruktur di pelabuhan.
"Ada kabar baik dari Pak Darmin (Menko Perekonomian) tentang kesepakatan antara Indonesia, Malaysia dan Thailand. Jadi kita bersiap," ujar Budi Karya di kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (25/2).
Menko Perekonominan Darmin Nasution menghadiri pertemuan Dewan Karet Tripartit Internasional atau International Tripartite Rubber Council (ITRC) pada 21-22 Februari di Bangkok, Thailand.
Dalam pertemuan itu, Indonesia, Malaysia, dan Thailand, yang merupakan produsen utama karet alam dunia sepakat mengurangi ekspor karet sebanyak 200-300 ribu metrik ton. Pengurangan ekspor tersebut sebagai upaya mengangkat harga karet alam di pasaran dunia yang tengah terpuruk.
Seiring dengan itu, pemerintah mendorong permintaan dalam negeri. Di sektor perhubungan, Budi Karya menjelaskan mengenai pemanfaaran bahan karet untuk jangka panjang. Produk berhubungan dengan karet seyogyanya diinisiasi untuk dibuat pabrik-pabrik di Indonesia.
"Contoh paling besar adalah buat pabrik vulkanisir di Indonesia. Tapi itu butuh waktu, minimal enam bulan. Kemudian pembuatan pembatas jalan. Satu persatu kami bahas yang ada hubungannya dengan perhubungan," papar Budi.
Pembatas jalan di dalam negeri selama ini menggunakan beton. Kini, sebagian akan mulai diganti dengan karet yang diisi air.
Kuota produksinya, kata Budi Karya, sedang dibahas dengan Kementerian Perdagangan. Mengutip data Direktorat Perbuhungan Darat, diasumsikan kebutuhan water barrier/concrete barrier yang akan dibuat dengan bahan karet dalam negeri selama lima tahun ialah 5% dari total panjang jalan.
Dengan begitu dibutuhkan water barrier sepanjang 24.418,81 km. Bila diasumsikan panjang water barrier 120 cm per unit, kebutuhannya mencapai 2.034.901 unit.
Kemenhub sudah menyampaikan perhitungan itu ke Menko Perekonomian, untuk dikoordinasikan dengan Kemenperin agar mendorong pelaku usaha memenuhi kebutuhan tersebut.
"Kalau terbuat dari karet akan lebih lentur. Jadi mungkin perlu cek lagi ke Kemenperin untuk mendorong pelaku industri. Sampai sekarang belum ada sama sekali," ujar Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi.
Sementara itu, sektor transportasi membutuhkan bahan baku karet alam sebanyak 460 ribu ton/tahun untuk ban kendaraan bermotor, 110 ribu/ tahun untuk ban vulkanisir, dan total butuh 1.225.615 kg/5 tahun untuk bantalan kereta api.
"Kemenhub akan mendata proyek infrastruktur mana saja yang membutuhkan. Kebutuhannya sudah ada estimasi, termasuk untuk perkeretaapian juga dan bantalan pelabuhan. Yang selama ini impor karet akan lakukan dalam negeri. punya karet dalam negeri, produksi di pabrik dan serahkan lagi ke masyarakat," papar Budi Setiyadi. (A-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved