Headline

Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.

Pelaku UMKM Senang Masuk Tol

Cahya Mulyana
25/2/2019 16:45
Pelaku UMKM Senang Masuk Tol
(MI/CAHYA MULYANA)

PELAKU usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) selalu menunggu kesempatan menjajakan produk unggulan di rest area jalan tol. Terlebih di rest area yang memiliki keunikan sehingga menarik banyak pengunjung.

"Sangat tertarik saya membuka (toko) di tol ini karena akan mengusung tema baik dan bisa mengenalkan produk kami. Saya dapat info dari dinas provinsi dan baru dihubungi pihak Astra, langsung saya ikut," terang pengusaha batik lukis Yani Mariyanto, 52, saat menjajakan contoh produk dengan merek dagang Nasrafa dalam acara ground breaking rest area bernama Resto Pendopo 456, di kilometer 456 ruas tol Semarang-Solo, Senin (25/2).

Menurut dia, outlet ke-7 akan hadir setelah fase I Resto Pendopo 456 selesai pada akhir 2019. Outlet lain sudah hadir di beberapa wilayah Solo dan Semarang.

Ia memiliki 50 karyawan tidak tetap untuk memenuhi permintaan pasar terhadap produknya berupa selendang, baju, payung dan lainnya. Nantinya, kehadiran outlet di rest area ini diharapkan bisa meningkatkan penjualan dan kreativitas bernuansa budaya Jawa Tengah.

Baca juga: Unicorn Bonceng UMKM Tingkatkan Daya Saing

Keinginan Yani melebarkan pasar di Resto Pendopo 456 didorong oleh keunikan arsitektur dan kelengkapan fasilitas. Pasalnya, tempat penjualan batik lukisnya kerap disandingkan dengan nuansa berbeda dan unik.

"Contohnya, saya jajakan produk di tempat bernuansa kebun cherry. Ini untuk memberikan suansana berbeda bagi pembeli," imbuhnya.

Pria yang sebelumnya berprofesi sebagai akuntan selama 20 tahun ini kemudian banting setir pada 2012 untuk merintis usaha batik lukis. Kini, Yani mampu memperoleh pendapatan hingga Rp70 juta per bulan. Produk yang paling laris yakni hijab dan selendang karena mampu terjual sebanyak 1.500 buah per bulan.

"Produk batik lukis saya tahan deterjen dan setrika. Warnanya mampu terjaga hingga 7 tahun. Selain itu, produk mengusung tema batik khas Jawa Tengah. Produk ini sudah menembus pasar ekspor ke Kanada, Amerika Serikat, Rusia, Singapura dan sekarang sedang pendekatan menembus pasar Prancis," pungkasnya.(OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya