Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

Impor Komponen Elektronik Mencapai US$11 Miliar

Andhika Prasetyo
21/2/2019 15:10
Impor Komponen Elektronik Mencapai US$11 Miliar
(ANTARA)

KEMENTERIAN Perindustrian mencatat nilai impor komponen elektronik pada tahun lalu sebesar US$11 miliar.

Kasubdit TIK Direktorat Industri Elektronika dan Telematika Najamudin mengungkapkan motherboard atau panel inti merupakan komponen yang memiliki kontribusi terbesar dalam nilai tersebut.

"Yang besar itu motherboard. Di sini tinggal rakit saja. Kalau charger, earphone itu sudah kita produksi sendiri. Untuk aplikasi yang diinject ke ponsel juga kita sudah bisa sendiri," ujar Najamudin di Jakarta, Kamis (21/2).

Dalam industri elektronik, sebagian besar komponen memang masih banyak yang didatangkan dari luar negeri dalam bentuk uraian atau tidak utuh. Perusahaan lokal kemudian merakit komponen-komponen impor tersebut.

Dengan skema seperti itu, ia mengatakan biayanya masih jauh lebih murah dibandingkan mengimpor barang elektronik utuh.

 

Baca juga: Pemerintah Dituntut Transfer Teknologi Industri Elektronik

 

Namun, pemerintah juga tidak mau terus menerus memenuhi kebutuhan komponen dengan cara impor.

Kemenperin pada tahun ini berencana melaksanakan kerja sama dengan perusahaan asal Taiwan.

"Tahun ini rencananya kita ajak mereka bangun pabrik komponen ponsel, investasi di Indonesia," tuturnya.

Nantinya, perusahaan asing tersebut tentu akan mendapatkan insentif berupa tax holiday dan lain sebagainya mengingat nilai yang dibutuhkan untuk membangun pabrik komponen memerlukan biaya yang sangat besar yakni berkisar Rp1,5 triliun hingga Rp5 triliun. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya