Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBANGUNAN infrastruktur pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024 secara garis besar akan bersifat tematik seperti Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), dan Perbatasan Lintas Batas Negara (PLBN).
Semua pembangunan itu nantinya akan terintegrasi dengan berbagai infrastruktur yang telah berdiri saat ini seperti jalan, bandara, pelabuhan dan sebagainya.
Pada periode 2014-2019, pembangunan KSPN, KEK dan PLBN sedianya telah dilaksanakan, namun masih belum terasa maksimal karena pemerintah mencoba memprioritaskan pembangunan infrastruktur berbasis konektivitas sebagai fondasi dasarnya.
"Yang belum-belum di situ nanti kita selesaikan semua. Kalau konektivitas seperti jalan, jalan tol, kemudian bendungan itu kan sudah rampung semua," ujar Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Hadi Sucahyono kepada Media Indonesia, Jumat (15/2).
Untuk konteks secara mendetail, ia mengatakan pihaknya akan lebih dulu berdiskusi dengan seluruh pihak dari tiap-tiap wilayah sekaligus menunggu penyelarasan dengan visi misi presiden terpilih.
Pada intinya, lanjut Hadi, apa yang akan dilakukan pada lima tahun ke depan tidak lain adalah penyempurnaan atas capaian yang telah diraih pada saat ini.
Baca juga : Kombinasi Infrastruktur Darat-Laut Pangkas Distribusi Logistik
Sebagaiman diketahui, pemerintah telah berhasil mencapai target pembangunan infrastruktur berbasis konektivitas yang ditetapkan dalam RPJMN 2014-2019.
Dalam empat tahun, pemerintah telah merealisasikan pembangunan jalan baru sepanjang 3.387 kilometer (km), jauh melampaui target yang dicanangkan 2.650 km.
Begitupun untuk pembangunan jembatan yang sudah mencapai 41.107 meter dari target 29.859 meter.
Sedangkan, untuk jalan tol, dalam empat tahun terakhir, pemerintah berhasil membangun sepanjang 782 km dari target 1.852 km. Sisa kekurangan diyakini dapat diselesaikan pada tahun ini.
Kesuksesan dalam pembangunan infrastruktur tidak terlepas dari peran BPIW yang melaksanakan perencanaan matang dan terpadu dari berbagai sektor demi menciptakan kawasan yang tidak hanya terbangun, melainkan juga terintegrasi sehingga mampu berkembang dan memberi manfaat yang maksimal kepada masyarakat.
Secara rinci, BPIW bertanggung jawab dalam memetakan dan merencanakan pembangunan di perbatasan, perdesaan, perkotaan, Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Kawasan Industri.
Seluruh pembangunan itu harus dijalankan dengan tahap yang runut tanpa mendahului satu sama lain, mulai dari survei, investigasi, desain, akuisisi lahan, konstruksi, operasional hingga perawatan.
Dengan demikian, semua proses pengerjaan kegiatan dan hasil dari pembangunan akan terpadu dan memberikan manfaat yang optimal.
Selain memuluskan pembangunan konektivitas, perencanaan yang terstruktur juga melancarkan pengembangan sektor ketahanan pangan dan air.
Hadi mengungkapkan, sejak 2014-2018, terdapat 55 bendungan yang telah dibangun dari target 65 bendungan yang ditetapkan. Sebanyak 17 di antara mereka sudah rampung dan yang lainnya masih dalam tahap pembangunan.
Terkait jaringan irigasi baru yang dicanangkan seluas satu juta ha, selama empat tahun, sudah tercapai 865 ribu ha. Pemerintah juga telah membangun 942 embung dari 1.000 unit yang ditargetkan. (OL-8)
PT Hutama Marga Waskita (Hamawas) sebagai Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) ruas tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat (Tol Kutepat) di Sumatra Utara mempercepat pembangunan jalan tol tersebut.
KEMENTERIAN Pekerjaan Umum (PU) menargetkan kondisi jalan tol dalam menghadapi periode mudik Lebaran 2026
MASYARAKAT Transportasi Indonesia (MTI) meminta pemerintah jangan hanya terpaku pada jalan tol saat arus mudik Lebaran 2026. Perbaikan jalan arteri yang layak dapat menjadi alternatif.
PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) mencatat peningkatan arus lalu lintas di ruas Tol Jakarta-Cikampek selama periode libur panjang Tahun Baru Imlek 2026.
Direktur Utama PT Jasa Marga Rivan A Purwantono memprediksi ada 1,6 juta kendaraan meninggalkan dan memasuki wilayah Jabotabek melalui Jalan Tol Jasa Marga di libur Imlek 2026.
Menjelang periode mobilitas tinggi pada arus mudik Lebaran 2026, PT Hutama Karya (Persero) terus memacu pengerjaan pemeliharaan rutin di Ruas Tol Pekanbaru–Dumai (Permai).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved