Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Singgih Januratmoko menegaskan peternak tidak menggunakan beras kualitas buruk sebagai salah satu komponen bahan baku pakan ternak.
Unggas, menurutnya, juga harus diberikan beras dengan kualitas atau spesifikasi setara dengan yang dikonsumsi manusia.
"Kalau beras sudah rusak, sudah berjamur, tidak bisa untuk pakan. Itu bahaya juga bagi ayam. Bisa sakit nanti," ujar Singgih kepada Media Indonesia, Rabu (13/2).
Keterangan itu ia sampaikan setelah Perum Bulog menyatakan akan menjual beras kualitas kurang baik kepada peternak.
Baca juga: Bulog Musnahkan Ribuan Beras Rusak
Hal itu dilakukan seiring ditemukannya beras rusak sebanyak 6.800 ton di Gudang Bulog Divisi Regional Sumatera Selatan dan Bangka Belitung.
Perseroan kemudian memilah beras-beras yang sudah sangat rusak dan yang tidak terlalu rusak.
Sekretaris Perusahaan Arjun Ansol Siregar mengatakan beras yang memiliki kualitas di bawah ambang batas keamanan pangan akan dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak. Sementara, beras yang rusak parah akan dimusnahkan. (OL-2)
PEMERINTAH melalui Perum Bulog menggelar program “Bazar Dari Istana Untuk Rakyat” sebagai upaya menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan masyarakat tidak panic buying.
Bulog bantah berita hoaks tentang jabatan Direktur Utama Perum Bulog menjadi Kabais TNI.
Perum Bulog wilayah Kediri memastikan stok beras dan minyak goreng mencukupi kebutuhan masyarakat hingga Lebaran.
Selain ketersediaan beras, Bulog juga memastikan pasokan minyak goreng tetap terjaga
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan kondisi pangan nasional berada dalam keadaan aman dan terkendali
Perum Bulog resmi melepas kontainer ekspor Beras Befood Nusantara ke Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan Jemaah Haji Indonesia Tahun 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved