Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

Kebutuhan Gula Rafinasi Industri Naik 5%

Antara
23/1/2019 16:47
Kebutuhan Gula Rafinasi Industri Naik 5%
(ANTARA FOTO/Jafkhairi)

GABUNGAN Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) menyampaikan bahwa kebutuhan bahan baku berupa gula rafinasi diprediksi naik hingga 5% tahun ini karena adanya target pertumbuhan di sektor industri makanan dan minuman.

"Diperkirakan kebutuhan 2019 meningkat sekitar 5%. Stok saat ini cukup," kata Ketua Umum Gapmmi Adhi Lukman pada Rabu (23/1).

Kebutuhan gula mentah untuk industri makanan dan minuman sepanjang 2019 mencapai 3,6 juta ton. Namun, rapat koordinasi terbatas memutuskan bahwa impor gula mentah tahun ini sebesar 2,8 juta ton, mengingat masih terdapat stok di industri sekitar 800 ribu ton.

Jumlah tersebut belum memperhitungkan kenaikan kebutuhan sebesar 5%, seperti yang disampaikan Adhi. "Pemerintah akan review setiap tiga bulan dan bila dibutuhkan akan ditambah," ujarnya.

Wakil Ketua Umum Gapmmi Rahmat Hidayat menambahkan, jika industri makanan dan minuman tumbuh, maka kenaikan kebutuhan bahan baku tidak dapat dihindari.

"Kalau industrinya tumbuh, ada kemungkinan lebih dari 3,6 juta ton kebutuhannya. Kami yakin pemerintah akan bijak untuk melihat ini," ujar
Rahmat.

Baca juga: http://mediaindonesia.com/read/detail/212409-pemerintah-dituntut-benahi-produktivitas-gula-nasional

Diketahui, Kementerian Perindustrian membidik pertumbuhan industri makanan dan minuman tumbuh 9,8% hingga akhir 2019. Industri ini menjadi salah satu sektor andalan untuk mendongkak pertumbuhan industri nasional yang angkanya ditargetkan tumbuh 5,4% tahun ini.

Selain industri makanan dan minuman, juga ada empat industri lainnya yang diharapkan bantu tingkatkan angka pertumbuhan ekonomi, yakni industri mesin, industri tekstil dan pakaian jadi, industri kulit barang dari kulit dan alas kaki, industri barang logam komputer dan barang elektronik. (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Budi Ernanto
Berita Lainnya