Selasa 15 Januari 2019, 23:43 WIB

Hunian Co-living untuk Kaum Milenial

R. Muhammad Zen | Ekonomi
Hunian Co-living untuk Kaum Milenial

zen

 

DI tengah merebaknya pembangunan properti di kawasan perkotaan dan sekitarnya, apartemen yang mengakomodir kebutuhan kaum milenial tentu menjadi pilihan.

Menurut Director SouthCity Peony Tang, saat ini pasar properti tidak hanya menyasar investor, tetapi juga konsumen potensial yaitu kaum milenial dan keluarga muda yang mapan dan mengedepankan kepraktisan.

“Saat ini tren sudah berubah, konsumen tidak hanya mengejar fungsi hunian sebagai tempat tinggal semata, tetapi harus didukung oleh fasilitas, kenyamanan, akses dan pertumbuhan investasi hunian,” kata Peony saat disambangi di SouthCity Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Selasa (15/1).

Apartement the Parc yang terletak di SouthCity menawarkan konsep hunian coliving, yakni hunian yang mengedepankan gaya hidup modern dengan kenyamanan, kebersamaan, dan keindahan bagi para penghuni.

Konsep ini menawarkan lima aspek keunggulan, yakni excellent superblock, excellent facilities, excellent transportation, excellent location dan excellent technology.

''Untuk excellent technology kami memiliki sistem keamanan yang terjamin bagi penghuni apartemen dengan menggunakan private access card dan free wifi yang menawarkan akses internet cepat di area clubhouse dan co-working space,” ujar Peony menambahkan.

Di tempat yang sama, Sales & Marketing Asscociate Director SouthCity Stevie Faverius Jaya mengatakan bahwa the Parc menawarkan konsep yang berbeda dibandingkan apartement-apartemen lain.

“Sebagai hunian masa depan, kaum milenial akan menjadi target pasar kita. Untuk itu the Parc dibangun dengan konsep apartemen low-res (pendek) pertama di Cinere dengan hanya 13 lantai, sehingga memberikan kenyataman bagi penghuninya dikarenakan tingkat kepadatan yang rendah,'' kata Stevie.

The Parc yang akan menjadi kawasan superblock dibangun di atas lahan seluas 1,5 hektar dengan 75% merupakan area hijau dengan berbagai fasilitas seperti perkantoran, kolam renang, fitness, running track, shuttle bus dan pusat perbelanjaan.

Dengan investasi 800 miliar rupiah, groundbreaking tower pertama sebanyak 392 unit dari total 1.600 unit, akan mulai dibangun pada akhir tahun 2019 dan diperkirakan selesai pada 2022. Sedangkan harga per unit the Parc dimulai dari Rp. 325 juta (tipe studio) hingga Rp.700 juta (2 bed room).

Berada di wilayah yang mudah diakses, the Parc yang akan dikembangkan PT.Setiawan Dwi Tunggal akan mudah ditempuh melalui stasiun MRT Lebak Bulus dan Fatmawati, jalan tol Depok-Antasari melalui pintu tol Andara dan Brigif, jalan tol Cinere-Jagorawi melalui pintu tol Cinere dan jalan tol Cinere-Serpong melalui pintu tol R.E.Martadinata. (OL-8)

Baca Juga

Ist/Kementan

Kementan Fasilitasi Edarkan Lemon ke Pasar Jabodetabek Hingga Bali

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 14 April 2021, 08:36 WIB
Haji Syahid  bersyukur meski di tengah jatuhnya penjualan, pemerintah mampu memfasilitasi dengan pembelian melalui...
Dok PBNU

Sawit Bantu Entaskan Papua dari Jurang Kemiskinan

👤Andhika Prasetyo 🕔Selasa 13 April 2021, 23:45 WIB
Ia memastikan, pemerintah siap memberikan insentif bagi pelaku usaha dan petani guna mendukung berkembangnya industri sawit di Papua dan...
123RF

Bijak Kelola Keuangan Saat Ramadan

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 13 April 2021, 22:05 WIB
Pandemi juga mengubah hampir seluruh lini kehidupan, termasuk perekonomian bahkan psikologis...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Tajamnya Lancang Kuning di Lapangan

 Polda Riau meluncurkan aplikasi Lancang Kuning untuk menangani kebakaran hutan dan lahan. Berhasil di lapangan, dipuji banyak kalangan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya