Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali AA Gede Yuniartha mengatakan, potensi ekonomi selfie di Bali hingga saat ini belum digarap secara optimal. Padalah baik wisata alam, maupun wisata buatan dengan latar belakang pemandangan alam Bali masih banyak.
"Hingga saat ini yang sudah dikenal baru di dua lokasi, yakni di Puncak Wanagiri, Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng dan Taman Edelweis di Gianyar. Sebenarnya potensi alam bisa saja dikemas. Hanya saja belum tertata dengan baik karena Bali masih memiliki keindahan alam yang luar biasa dan berada hampir di seluruh sudut Bali," ujarnya di Denpasar, Kamis (11/1).
Menurut Yuniartha, untuk yang di Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, memang selama ini dikelola oleh warga setempat atau oleh desa. Hanya saja, ketika potensi ekonomi selfie ini mulai berkembang maka saat ini dibangun semakin banyak lagi spot selfie dengan latar belakang Danau Buyan dan Danau Tamblingan.
"Terlalu banyak spot yang dibangun sementara keamanan dan kenyamanan tidak diperhatikan. Saya sudah meminta kepada Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng agar menyetop pembangunan spot selfie yang baru karena aspek keamanan dan kenyamanan bagi pengunjung. Sebab, semakin banyak pengunjung, warga setempat semakin banyak membangun spot selfie. Ini berbahaya," ujarnya.
Spot selfie Puncak Wanagiri memang sangat indah. Pengunjung cukup membayar karcis Rp10 ribu bisa berfoto selfie sepuasnya. Lokasinya berada di puncak ketinggian dengan panorama Danau Buyan dan Danau Tamblingan, dengan hamparan hutan nan hijau. Bangunanya sangat ramah lingkungan, terbuat dari bambu dengan bentuk perahu, kupu-kupu, sarang telur dan kursi kebesaran layaknya istana raja.
Sejak dibuka dua tahun, pengunjung terus meningkat. Rata-rata kunjungan per hari bisa sampai seribu orang. Bahkan kalau hari raya dan hari libur bisa mencapai tiga sampai lima ribu orang.
"Yang bikin padat itu warga yang berfoto namun tidak mau keluar. Mereka berlama-lama. Tapi, pengelola tidak bisa berbuat apa-apa karena pengunjung sudah bayar karcis masuk dan bisa berfoto sepuasnya," ujar Ketut Ardika, salah satu pengelola setempat. (OL-7)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved