Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
AGENDA pemilu diyakini tidak akan membuat harga bahan pangan pokok terutama beras melambung tinggi. Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Tri Wahyudi Saleh mengungkapkan jadwal pemilu yang jatuh pada 17 April 2019 bertepatan dengan puncak musim panen raya. Sehingga, sekalipun terjadi kenaikan konsumsi karena aktivitas kampanye, tidak akan membuat harga komoditas tersebut melambung tinggi lantaran panen juga sudah mulai terjadi pada Maret 2019.
Terlebih, saat ini perseroan memiliki stok di gudang mencapai 2,1 juta ton yang diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan baik untuk operasi pasar, bantuan bencana alam dan beras sejahtera hingga Mei mendatang.
Baca juga: Kemenkeu Sebut Capain 2018 Akan Jadi Acuan di 2019
"Walaupun panen raya baru terjadi Maret, kami masih memiliki banyak stok untuk bisa digunakan. Kami punya stok pembukaan tahun yang sangat besar. Jadi aman," ujar Tri kepada Media Indonesia, Kamis (3/1).
Sepanjang 2018, Bulog melakukan pengadaan beras, baik dari dalam negeri dan luar negeri sebanyak 3,2 juta ton setara beras. Pada akhir tahun, stok beras CBP tercatat sebanyak 2,1 juta ton dan menjadi stok pembuka 2019. "Ini merupakan stok CBP pembuka terbesar Bulog dalam lima tahun terakhir," tuturnya.
Beras sebagai bahan pangan pokok masyarakat Indonesia memiliki andil sebesar 0,13% terhadap inflasi di tahun 2018, turun dari tahun sebelumnya yangg mencapai 0,16%.
"Ini berhasil karena Bulog secara kontinyu terus melakukan operasi pasar terutama setelah musim panen berakhir," tandasnya. (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved