PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) berencana akan terus meningkatkan porsi kredit untuk perumahan. Hal ini sejalan dengan permintaan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang menginginkan BTN fokus sebagai bank penyalur kredit perumahan.
Direktur Treasury dan Assets Management BTN Iman Nugroho Soeko menjelaskan, sejauh ini porsi kredit untuk sektor perumahan telah mencapai 89 persen dari total seluruh kredit bank berplat merah tersebut.
"Ya Pak JK sudah bilang kita jadi bank perumahan saja fokusnya. Kredit Perumahan kita sekarang sudah sekitar 89 persen dari total kredit sampai November, baik untuk KPR atau konstruksi rumah," kata Iman, di Gedung BEI, SCBD, Jakarta, Jumat (4/12).
Dia menambahkan penyaluran kredit BTN untuk tahun depan akan difokuskan pada kredit perumahan. Terlebih lagi, dengan Program Sejuta Rumah milik pemerintah yang diharapkan mendorong pertumbuhan kredit perseroan.
"Kita kredit tahun depan akan ada di 16 sampai 20 persen. Dengan tahun depan itu (kredit perumahan) masih segitu tapi karena ada Program Sejuta Rumah akan semakin kencang di sektor itu," jelas dia.
Lebih lanjut, masih kata Iman, program pembangunan sejuta rumah diprediksi akan mendorong kenaikkan Net Interest Margin (NIM) namun akan tetap menjaga ATMR (Aktiva Terimbang Menurut Risiko) sehingga return on equity-nya tetap tinggi.
"Program Sejuta Rumah apalagi untuk KPR subsidi mungkin NIM -nya cuma empat persen tetapi ATMR-nya 20 persen. Jadi kalau hitungannya 100/20 dikali empat itu jadi return on equity-nya bisa 20 persen berarti itu baik, tinggi," pungkasnya. (Q-1)