Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Presiden Minta Genjot Pembangunan di Papua

Rudy Polycarpus
04/12/2015 00:00
Presiden Minta Genjot Pembangunan di Papua
(ANTARA/Iwan Adisaputra)
Presiden Joko Widodo memerintahkan jajaran menteri Kabinet Kerja saling berintegrasi untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di Papua. Presiden Jokowi mengatakan, budaya ego sektoral yang telah terbangun sejak beberapa tahun terakhir harus dihapuskan agar pembangunan dapat terlaksana dengan baik. Selama ini Presiden menilai, kinerja kementerian masih kental ego sektoralnya.

"Saya melihat kementerian-kementerian bekerja sangat sektoral sekali, tidak terintegrasi sehingga yang kelihatan di lapangan adalah berjalan sendiri-sendiri," ujarnya saat membuka rapat terbatas dengan topik masalah Papua, di Kantor Presiden, Jakarta, kemarin.

Presiden melanjutkan, pemerintah tengah memberikan perhatian besar bagi pembangunan dan kesejahteraan di Papua. Pembangunan infrastruktur tengah berjalan, kata Presiden, seperti jalan, jembatan, pasar, dan pemberian layanan kesehatan serta pendidikan.

"Pelayanan kesehatan, pelayanan pendidikan, maupun pelayanan sosial yang ini sangat diharapkan oleh warga tanah Papua," kata Presiden.

Presiden berharap, di tengah usaha pemerintah menggenjot pembangunan di Papua, perlahan bisa membuka keterisolasian beberapa wilayah di Bumi Cenderawasih. Hal itu, menurutnya, dapat memengaruhi pemerataan harga kebutuhan karena arus barang dan orang semakin terbuka lebar.

"Misalnya Jalan dari Agas, naik ke atas ke Wamena. Ini juga sudah mulai dikerjakan oleh PU dan TNI. Saya kira jalan-jalan seperti itu yang diperlukan di sana sehingga nantinya barang-barang kemudian arus orang dari satu kabupaten ke kabupaten lain bisa lebih cepat, dan tentu saja akan mempengaruhi harga di sana," jelasnya.

Selain itu, Jokowi juga menyinggung soal tata kelola pemerintahan. Diharapkan pemerintahan di Papua bisa berjalan dengan akuntabel dan transparan serta melibatkan keterlibatan masyarakat. Pembangunan tanpa melibatkan masyarakat, tegas Presiden, adalah kesia-siaan.

"Dan kita berharap agar semuanya yang kita bangun ini mendengar suara rakyat Papua untuk diajak bersama-sama kita membangun tanah Papua," katanya. Ia meminta pada 2016 seluruh kementerian, termasuk TNI/Polri dapat secara terintegrasi menjalankan program-programnya sehingga masyarakat Papua bisa merasakan kehadiran negara. "Agar pada tahun-tahun mendatang betul-betul kelihatan barangnya, kelihatan wujudnya, kelihatan pelayanannya, sehingga masyarakat di Papua merasakan kehadiran pemerintah," pungkasnya.  (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya