Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung akan Dievaluasi

Nur Aivanni
27/12/2018 19:00
Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung akan Dievaluasi
(AFP)

SEKRETARIS Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Enoh Suharto Pranoto mengatakan  akan ada evaluasi terhadap KEK Tanjung Lesung. Hanya saja, ia tidak bisa menjelaskan lebih lanjut mengenai hal tersebut.

"Pukul 5 sore ketemu Pak Menko (Menko Perekonomian Darmin Nasution). Mungkin besok siang akan ada konferensi pers untuk hasil pembicaraan ini," ujarnya seusai rapat koordinasi mengenai KEK di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (27/12).

KEK Tanjung Lesung terkena dampak tsunami yang menerjang Selat Sunda pada Sabtu (22/12). Delapan hektare dari 154 hektare lahan KEK yang sudah terbangun rusak oleh hempasan gelombang laut. Ada tiga lokasi yang terdampak, yaitu area Beach Club, hotel, dan lagoon. Adapun kerusakan akibat tsunami tersebut sebesar Rp150 miliar.

Wilayah Indonesia yang masuk dalam kawasan ring of fire, disampaikan Enoh, perlu mengedepankan mitigasi bencana. Ke depan, sambung dia, pihaknya akan meminta kepada pengelola KEK agar mempunyai teknologi baru yang bisa memberikan peringatan dini bencana alam.

"Tanjung Lesung sebenarnya sudah ada semua. Cuma kemarin kan yang missed itu early warning system saja, " katanya.

Sejauh ini, pemerintah telah mengumumkan pengembangan 12 KEK, namun baru 6 KEK yang telah diresmikan, yaitu KEK Sei Mangkei, Tanjung Lesung, Mandalika, Palu, Lhokseumawe, dan Galang Batang. Progres perkembangan KEK tersebut pun beragam.

"Ada yang berjalan cepat misalnya Mandalika, Galang Batang, Palu juga, walaupun dia kena tsunami. Tapi setelah tsunami ada investor yang mau masuk," ungkap Enoh.

Sementara itu, KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan masih terkendala terkait sertifikasi lahan. Kendala tersebut ditargetkan bisa tuntas teratasi pada awal Januari 2019. "Tadi Gubernur, Bupati dan BPN sudah sepakat kalau Januari ini bisa selesai," tandas Enoh. (A-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya