Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Bank Sentral Proyeksikan Kredit Tumbuh 10%-12% di 2019

Fetry Wuryasti
20/12/2018 20:35
Bank Sentral Proyeksikan Kredit Tumbuh 10%-12% di 2019
(ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

BANK Indonesia mencatat sabilitas sistem keuangan tetap terjaga disertai intermediasi perbankan yang meningkat dan risiko kredit yang terkelola dengan baik.

Rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) perbankan tetap tinggi mencapai 22,9% pada Oktober 2018 dan rasio likuiditas (AL/DPK) masih aman, yakni sebesar 19,2% pada Oktober 2018.

Selain itu, rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) tetap rendah, yaitu sebesar 2,6% (gross) atau 1,2% (net).

"Dari fungsi intermediasi perbankan, pertumbuhan kredit pada Oktober 2018 tercatat sebesar 13,3% (yoy), lebih tinggi jika dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 12,7% (yoy)," ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo di Jakarta, Kamis (20/12).

Adapun pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) pada Oktober 2018 sebesar 7,6% (yoy), meningkat jika dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 6,6% (yoy).

Sementara itu, pembiayaan ekonomi melalui pasar modal, penerbitan saham (IPO dan rights issue), obligasi korporasi, medium term notes (MTN), dan negotiable certificate of deposit (NCD) selama Januari - Oktober 2018 tercatat sebesar Rp178,9 triliun (gross), turun ketimbang capaian periode yang sama pada 2017 sebesar Rp231,6 triliun (gross).

Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan kredit berada dalam kisaran 10%-12% (yoy) pada 2019, tidak berbeda bila dibandingkan dengan target tahun ini. Adapun DPK diprakirakan tumbuh sekitar 8%-10% (yoy) pada 2019.

"Ke depan, Bank Indonesia akan terus berkoordinasi dengan otoritas terkait guna turut menjaga stabilitas sistem keuangan, termasuk memantau kecukupan dan distribusi likuiditas di perbankan," tutur Perry. (A-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya